Pesona Hijab Indonesia

Pelangi Karismakristi    •    Rabu, 14 Jun 2017 16:15 WIB
galeriindonesiakaya
Pesona Hijab Indonesia
Ilustrasi Peragaan Busana Muslim. Foto: ANT/ Akbar Nugroho Gumay

Metrotvnews.com, Jakarta: Tren hijab di Indonesia sangat dinamis. Pesatnya perkembangan tren hijab membuat sebagian orang menjadikannya sebagai lahan bisnis yang menjanjikan. Demikian pula di kalangan perancang busana yang berlomba-lomba menciptakan model busana terbaru nan modis.

Kiprah para desainer busana muslim Tanah Air telah mendunia. Sebut saja, Lily Mariasari dan Hanan Tehaili. Keduanya serius menggeluti dunia fashion desain busana muslim dan hijab dua tahun belakangan. Mereka pernah turut dalam ajang festival fashion show di Jerman, Belanda, dan Inggris dalam London Muslim Lifestyle Show 2017. 

Meski tampil jauh dari Tanah Air, keduanya tetap menampilkan busana muslim kelas dunia dengan ciri ke-Indonesia-an yang melekat dalam setiap rancangan busana muslim yang dihasilkannya. Mereka berdua selalu menampilkan busana yang berbalut sentuhan kain batik.

Lily mengatakan, awalnya hanya gemar merancang busana untuk kalangan teman dan keluarga saja. Tapi perlahan, busana muslim ciptaannya banyak dilirik, dan dia mendapat pesanan.

Dalam menciptakan busana muslim, Lily dan Hanan tetap memperhatikan kaidah yang diatur dalam Islam. "Spesifikasi kan bergantung pada desainer, tapi bagaimananya tetap harus punya karakter. Kalau yang terpenting tidak keluar dari arti hijab dalam agama. Sebagai muslim, berhijab harus mengikuti model yang tidak menampilkan bentuk lekuk tubuh," kata Lily, di Galeri Indonesia Kaya, West Mall Lantai 8 Mall Grand Indonesia, Jakarta Pusat.

"Melalui brand NengMas, saya banyak terinspirasi dari permainan tradisional. Saya punya (produk baju) yang menyertakan kain batik bercerita bentengan. Tapi kalau dalam muslim tidak boleh ada gambar manusia di dalam pakaian, jadi saya kombinasikan bentengan dengan mainan tradisional," papar Hanan.

Selain Lily dan Hanan, ada juga dua desainer muda yang kini masih bersekolah di SMK NU Banat, Kudus, Jawa Tengah. Mereka adalah Risa Maharani dan Rania. 

Keduanya terpilih menjadi desainer produk Zelmira dan pernah mengikuti fashion show di Hongkong. Kini buyer mereka berasal dari beberapa negara, meliputi Hongkong, Australia dan Timur Tengah.

"Jadi Zelmira itu kita dimbimbing sama Indonesian Fashion Chamber, ada pemilihan untuk dipilih menjadi desainer mereka. Kita ada pemilihan desainer di sekolah, kami dites mendesain dan berkreasi, akhirnya dipilihlah kami," papat Risa.

Zelmira sendiri berusaha menghidupkan kembali budaya lokal, terutama Kudus dalam tiap produknya. "Kami ingin mengangkat budaya lokal Kudus, lalu ada bordir dan batik Kudus," kata Rania.

Menarik bukan cerita desainer baju muslim ini? Ikuti perbincangan Yovie Widianto bersama empat desainer busana muslim Indonesia dalam program TV IDEnesia METRO TV,  Kamis, 14 Juni 2017, pukul 21.05 WIB. Jangan lupa, ikuti kuis IDEnesia dan Galeri Indonesia Kaya dengan mem-follow twitter @IDEnesiaTwit atau @IndonesiaKaya.



(ROS)