Jangan Larang Anak Bermain di Luar, Ini 8 Manfaatnya

Pelangi Karismakristi    •    Jumat, 28 Apr 2017 09:03 WIB
tumbuh kembang anak
Jangan Larang Anak Bermain di Luar, Ini 8 Manfaatnya
Bermain di luar rumah sangat dianjurkan untuk dilakukan anak (Foto:BBC.co.uk)

Metrotvnews.com, Jakarta: Anak generasi digital sekarang ini memiliki pola bermain yang berbeda dengan anak generasi 80an dan 90an. Anak masa kini lebih banyak menghabiskan waktu di dalam rumah untuk menonton televisi dan bermain gadget daripada bermain di luar rumah. Kebiasaan tersebut tak lepas dari peran orang tua.

Para orang tua muda banyak yang khawatir jika anak bermain di luar rumah. Cemas anak akan kepanasan, kehujanan, dan terkena kotoran yang identik dengan kuman dan penyakit. Alasan lainnya, bermain di luar menyebabkan pakaian kotor yang akan merepotkan ibu dalam membersihkannya.

Terlepas dari semua kekhawatiran itu, bermain di luar rumah sangat dianjurkan untuk dilakukan anak. Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam British Journal of Sports Medicine menyebutkan bahwa anak yang gemar beraktivitas fisik di luar ruangan dapat meningkatkan kemampuan otak dan prestasi akademik.

Temuan ini didapat dari hasil survei terhadap anak usia 6-18 tahun yang telah bersekolah.
Dalam survei tersebut peneliti menganalisa 21 laporan yang berisi empat tema yaitu kebugaran dan kesehatan; kemampuan intelektual; keterlibatan; motivasi dan kesejahteraan. Hasilnya, peneliti menyimpulkan bahwa aktivitas fisik dan kebugaran di luar ruangan baik untuk perkembangan dan fungsi otak anak.

Penelitian tersebut diperkuat oleh Sergio Pellis, seorang peneliti di University of Lethbridge di Alberta, Kanada. "Pengalaman bermain mengubah koneksi neuron di ujung depan otak. Tanpa pengalaman bermain, neuron tersebut tidak berubah," kata Sergio.

Perubahan pada korteks prefrontal selama masa kanak-kanak akan membantu pusat kendali di otak, yang terdiri atas kemampuan mengatur emosi, membuat perencanaan, dan memecahkan masalah.

Untuk mengoptimalkan perkembangan otak, anak-anak perlu banyak bermain di alam bebas tanpa banyak peraturan. "Apakah itu bermain kotor-kotoran atau membangun istana pasir bersama, biarkan anak yang memutuskan," ucap Sergio.

Dengan memberikan anak keleluasaan bermain di luar rumah, berarti orang tua telah mempersiapkan otak anak untuk belajar memahami kehidupan, cinta, dan bahkan mempersiapkan diri untuk menghadapi tugas sekolah.

Nah, agar ibu tak lagi khawatir anak aktif bermain di luar rumah, bahkan main kotor-kotoran sekali pun, intip delapan manfaat anak bermain di luar sebagai berikut.

1. Anak lebih aktif

Ketika anak-anak diperbolehkan bermain di tanah, mereka dapat duduk dan bermain lumpur. Mereka bisa berlarian, melompat, merangkak, dan berputar-putar. Semua itu merupakan latihan motorik yang penting dalam perkembangan anak. Anak pun dapat mengenal alam sejak dini.


2. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh

Ahli Mikrobiologi dan Immunologi Mary Ruebush mengatakan, bermain di tanah dapat membantu melatih dan memperkuat sistem kekebalan tubuh anak. "Apa yang anak lakukan dengan memasukkan sesuatu ke dalam mulut akan membuat sistem imun merespons. Tidak hanya melatih respons sistem imun saja, tapi juga mengajarkan imun yang belum matang untuk merespons apa yang sebaiknya diabaikan," ucap Mary.

3. Pasokan vitamin D

Bermain di luar rumah sebaiknya dilakukan pada pagi menjelang siang. Sebab, cahaya matahari pagi sangat baik untuk kesehatan tulang dan kekebalan tubuh karena mengandung vitamin D. Patut diperhatikan, bermain di luar rumah sebaiknya pada pagi hingga pukul 10.00, dan siang mulai pukul 16.00 karena pada saat itu sinar matahari tidak terlalu menyengat. Perhatikan pula durasi bermain. Hindari terlalu lama berada di bawah sinar matahari pada tengah hari karena tak baik bagi kesehatan kulit.

4. Meningkatkan kinerja otak

Keterampilan kognitif anak dipengaruhi oleh waktu yang mereka habiskan bermain di luar ruangan. Ini adalah sebuah penelitian yang diterbitkan Journal Environment Education Research pada 2004. Dalam penelitian tersebut terungkap bahwa berinteraksi dengan alam memberikan dampak positif, yaitu mempengaruhi kemampuan berpikir kritis siswa.

5. Membangun kedekatan dengan alam

Ketika anak-anak bermain di luar rumah, mereka belajar banyak hal tentang alam. Misalnya, tanaman yang tumbuh dan makhluk hidup lainnya. Menanamkan kecintaan terhadap alam sejak dini dapat menumbuhkan kecintaan terhadap alam seumur hidupnya.

6. Meningkatkan kesehatan

The Centers of Disease Control and Prevention (Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit) mengungkapkan, jumlah penderita obesitas naik dua kali lipat dari tahun 1980 hingga 2010. Salah satu cara menurunkan risiko obesitas ialah dengan mengajak anak aktif bermain di luar ruangan. Anak bisa bebas berlarian, melompat, menari, berenang, dan lain-lain, ketimbang hanya duduk di dalam rumah. The US Departement of Health and Human Service merekomendasikan orang tua menambahkan waktu satu jam anaknya bermain di luar.

7. Melatih bersosialisasi

Dengan memperbolehkan anak bermain di luar, berarti mendorong mereka bersosialisasi dengan lingkungan. Bermain di luar bersama teman akan memberikan anak kesempatan bekerja sama dalam kelompok, termasuk belajar berbagi, bernegosiasi, dan memecahkan masalah. Mereka juga akan terdorong mempelajari kemampuan baru, mengatasi tantangan, melatih kepercayaan diri, serta mengajarkan kepemimpinan.

8. Melatih mental

Orang tua kadang menjumpai anaknya dilanda stres atau kondisi seperti depresi dan cemas berlebih. Masalah tersebut tanpa disadari kerap dialami anak karena padatnya jadwal sekolah, les, dan kegiatan ekstrakurikuler. Untuk mengatasinya, The Children and Nature Network menyarankan agar anak diajak berinteraksi dengan alam. Caranya, dengan mengajak mereka bermain di luar. Hal ini dilakukan untuk mengurangi tingkat stres, depresi, dan kecemasan.


(Foto:All4women)

Melihat banyaknya manfaat anak bermain di luar rumah, bahkan main kotor-kotoran sekali pun, sebaiknya Anda mulai memberikan keleluasaan anak bermain. Ubah pemikiran takut akan kotor. Sebaliknya, berani kotor itu baik.

Anak yang main kotor-kotoran tidak selalu terserang kuman penyakit. Justru sebaliknya, sistem kekebalan tubuh akan terlatih untuk menghadapi paparan kuman. Paparan mikroba di tanah dapat membantu anak-anak menjadi lebih kuat dan tahan penyakit. Sementara, jika anak terbiasa bermain di lingkungan yang higienis, anak tidak mendapat banyak paparan bakteri. Akibatnya, sistem kekebalan tubuh mereka lemah sehingga menyebabkan rentan terserang penyakit asma dan alergi.

Selama proses keterpaparan anak terhadap beragam organisme, maka sistem kekebalan tubuh akan membangun pertahanan diri yang memungkinkannya mengidentifikasi dan merespons bakteri berbahaya di lingkungan internal atau eksternal.

Nah, setelah mengetahui manfaat anak bermain di luar rumah, yuk ajak mereka bermain di luar rumah. Sambil bermain, mereka dapat menikmati udara segar dan berinteraksi dengan alam. Anda dapat memberikan dorongan anak bermain di luar rumah dengan mengajaknya mengunjungi tempat rekreasi yang memiliki banyak wahana permainan. Rinso mendukung kegiatan anak bermain di luar rumah dengan menyediakan 1 tiket gratis ke tempat rekreasi se-Indonesia.

Caranya, mudah. Anda cukup membeli Rinso 900gr yang bertanda khusus “Ayo Main.” Temukan 12 digit kode unik di bagian dalam kemasan. Tukarkan kode unik di dalam kemasan dan dapatkan satu tiket gratis untuk anak berumur 12 tahun ke bawah yang didampingi oleh orang tua atau wali dengan tiket berbayar ke berbagai tempat rekreasi se-Indonesia.

Dalam promo ini tidak diundi. Pada setiap pembelian, konsumen akan langsung mendapatkan kode unik, sehingga Anda pasti mendapatkan tiket anak gratis! Temukan informasi lebih lanjut melalui tautan ayomain.rinso.co.id.


(ROS)