Empat Desainer Lokal akan Tampil dalam Fashion Show di Korea Selatan dan Jepang

Sri Yanti Nainggolan    •    Kamis, 08 Mar 2018 10:24 WIB
gayafesyen
Empat Desainer Lokal akan Tampil dalam Fashion Show di Korea Selatan dan Jepang
Empat desainer lokal Indonesia akan memamerkan koleksi busana ke pasar Timur, yaitu Korea Selatan dan Jepang pada Maret ini. (Foto: Dok. Medcom.id/Sri Yanti Nainggolan)

Jakarta: Empat desainer lokal Indonesia akan memamerkan koleksi busana ke pasar Timur, yaitu Korea Selatan dan Jepang pada Maret ini. 

Para desainer Indonesian Fashion Forward (IFF) adalah KAMI dan BATEEQ yang akan berpartisipasi dalam event fashion terbesar di Korea Selatan, Fashion KODE 2018 pada 15-17 Maret 2018. Kemudian, dua desainer lain yaitu I.K.Y.K dan NY by Novita Yunus akan memamerkan koleksi terbaru di Amazon Fashion Week Tokyo 2018 pada 19-24 Maret 2018.

"Kami telah melakukan kerjasama dengan Japan Fashion Week Organization sejak lama dan ini memasuki tahun ke-6. Desainer dari Jepang memamerkan koleksi di ajang Jakarta Fashion Week (JFW) dan sebaliknya," tukas Lenni Tedja selaku perwakilan dari IFF dan JFW dalam konferensi pers, Rabu 7 Maret 2018. 

Sementara, JFF dan IFF bersama Korea Creative Content Agency (KOCCA) telah menjalin kerjasama selama tiga tahun hingga 2018. 

Michelle Tjokrosaputro selaku CEO PT Efrata Retailindo (BATEEQ) mengaku berusaha melakukan inovasi baru dalam hal desain dan konstruksi kain. Label pakaian yang identik dengan sentuhan batik tersebut akan memamerkan 15 busana dengan dominasi 11 busana wanita. 

"Kami terus berinovasi dengan bahan yang sustainable (tahan lama) seperti tencel, serat bambu, atau bemberg," ujar Michelle.

Selain itu, konsep yang diusung pada pagelaran busana di Negeri Ginseng tersebut adalah wayang kulit dengan sentuhan modern, sesuai dengan konsep BATEEQ yaitu bringing culture to meodernity. 

(Baca juga: Ini Tren Fesyen yang Akan Hits di 2018)

Sementara itu, dari label kami. merasa senang bisa memperkenalkan industri modest fashion ke Asia Timur lewat ajang Seoul Fashion KODE 2018. 

"Kami sangat bersemangat dan ingin tahu bagaimana pasar modest fashion di sana. Akan ada 15 busana dengan konsep marble dan dominasi warna monokrom pastel yang menggunakan bahan pakaian campuran," terang salah satu desainer kami Nadya Karina. 

Untuk pameran busana di Jepang, dua desainer yang akan unjuk gigi di sana adalah Anandia Putri dari label busana I Know You Know (I.K.Y.K) dan Novita Yunus dari label busana NY by Novita Yunus.

Putri mengungkapkan konsep yang dia bawa pada pagelaran tersebut adalah kolaborasi antara teknik pencelupan Jepang (shibori) dengan nuansa salah satu daerah di Sumatera Utara bernama Torsibohi yang dituangkan dalam 20 busana.

"Nantinya akan banyak dominasi warna hijau, karena darah tersebut pegunungan, dan dominasi warna bold seperti merah dan magenta terang," paparnya. 

Terakhir, Novita Yunus akan memamerkan 20 busana yang bertema against the tight dengan kombinasi shibori (kesenian Jepang) dan batik. 

"Makna dari busana yang dipamerkan adalah berdiri kokoh, jadi lebih berstruktur dengan nuansa musik dark. Sementara, untuk warna akan didominasi ungu," terangnya.









(TIN)