Studi: Sikap Egois Berkurang pada Usia 45 Tahun

Sri Yanti Nainggolan    •    Minggu, 21 Aug 2016 10:46 WIB
keluarga
Studi: Sikap Egois Berkurang pada Usia 45 Tahun
(Foto: kennedyhealthalliance.org)

Metrotvnews.com, Jakarta: Sebuah studi baru mengungkapkan, bahwa kecenderungan altruistik, atau perhatian terhadap kesejahteraan orang lain meningkat di usia paruh baya. Penelitian tersebut menggunakan kuesioner, scan otak, dan pengalaman nyata seseorang untuk melihat apa motivasi dibalik altruistik.

Para peneliti menemukan, altruistik dan meninggalkan sikap egois cenderung terjadi pada usia 45 tahun. Pada usia tersebut, seseorang juga lebih tergerak hatinya untuk beramal dibandingkan orang-orang yang berusia lebih muda.

Penelitian yang dilakukan oleh University of Oregon tersebut bertujuan untuk menggabungkan pendangan secara psikologi, ekonomi, dan ilmu saraf. Pendekatan multidisiplin tersebut mengarah pada tanda-tanda konvergensi dari altruisme murni dalam otak dan membantu mengurangi alasan-alasan tak tulus untuk beramal.

Misalnya, orang memberikan uang untuk alasan non-altruistik seperti untuk pamer atau menunjukkan bahwa telah melakukan hal yang baik. Sementara, tujuan para peneliti adalah untuk melihat apakah bagian altruisme dimana mereka melakukannya untuk membuat orang lain senang, bukan kepentingan individual atau untuk mengharapkan imbalan.

Para peneliti memberikan 80 orang dewasa masing-masing USD 100 dan meminta mereka untuk menyumbangkannya ke badan amal atau menyimpannya. Tes fungsional MRI dilakukan saat para peserta ditunjukkan proses pengiriman unag ke rekening mereka sendiri atau badan amal. Setelah itu, mereka menjalani tes kepribadian.

Hasilnya, pusat penghargaan di otak lebih aktif saat melihat uang ditransfer ke rekening sendiri. Ini artinya, beberapa orang lebih memikirkan diri sendiri.

Sementara, hal yang sama juga terjadi pada mereka yang melihat uang tersebut dikirim untuk badan amal. Secara umum, orang-orang tersebut juga cenderung untuk menyumbangkan lebih banyak jika diberi pilihan dan memiliki nilai lebih tinggi saat tes kepribadian 'pro-sosial'.

Temuan tersebut adalah dasar dari kebajikan umum atau altruisme tanpa memikirkan kepentingan pribadi. Dan mereka banyak menemukan ini pada orang-orang berusia di atas 45 tahun.

Selain usia, para peneliti juga mempertimbangkan beberapa hal lain seperti agama, namun tidak untuk gender dan kekuatan politik. Selain itu, pendapatan yang lebih tinggi ternyata juga tidak membuat seseorang untuk beramal lebih banyak.

"Penelitian ini membuat kita melihat lebih dalam pada orang-orang yang beramal dan melakukan kontribusi pada lingkukan secara altruisi," ujar peneliti pendamping Sanjay Srivastava, Ph.D dalam rilis.

"Sebagai suatu kelompok, menguatkan komunitas dan memiliki dunia di mana setiap orang saling peduli, kita dapat mempertanyakan aturan dan kondisi sosial seperti apa yang dapat membuat seseorang menjadi demikian," tambahnya.
(DEV)