Setiap Orang Bisa Jadi Perundung

   •    Kamis, 20 Jul 2017 16:25 WIB
bullyingpsikologi anak
Setiap Orang Bisa Jadi Perundung
Ilustrasi. (MI/Rommy Pujianto)

Metrotvnews.com, Jakarta: Psikolog Anak dan Remaja Elizabeth Santosa menyebut setiap orang bisa jadi perundung atau pelaku bullying. Disadari atau tidak, terkadang sikap seseorang kepada orang lain yang menimbulkan ketidaknyamanan bisa dikategorikan sebagai perilaku merundung.

"Kita selalu berpikir bully itu tentang fisik padahal mengolok-olok atau apapun yang membuat orang lain tidak nyaman sudah dikatakan ada perilaku buli terhadap orang  tersebut," katanya, dalam Metro Plus, Kamis 20 Juli 2017.

Menurut Elizabeth ketika ada orang lain yang merasa tidak nyaman dengan perilaku kita, sudah seharusnya disadari bahwa kemungkinan ada hal yang menyinggung perasaan orang tersebut. Misalnya, orang lain merasa tersinggung atau tidak nyaman, bisa dikatakan bahwa perilaku penyebabnya merupakan perundungan.

Ketika hal tersebut terjadi pada anak-anak, hal utama yang harus ditekankan oleh orang tua atau orang-orang terdekatnya adalah bagaimana mengajarkan nilai-nilai baik pada anak. Banyak nilai-nilai kehidupan yang bisa diajarkan kepada anak agar tidak melakukan perundungan terhadap orang lain, salah satunya kasih. 

"Jadi tergantung pada orang tuanya. Nilai-nilai apa dari semua nilai yang perlu kita prioritaskan apakah kebersamaan, apakah kejujuran. Orang tualah yang bertanggung jawab menanamkan nilai-nilai baik itu," katanya.

Elizabeth mengatakan ketika sudah memutuskan nilai apa yang akan diajarkan kepada anak barulah kemudian dijabarkan bagaimana mengimplementasikannya. 

Misalnya nilai Ketuhanan Yang Maha Esa yang tercantum dalam sila pertama Pancasila. Nilai-nilai dari sila tersebut tentu diikuti dengan ibadah sebagai bagian dari pengakuan akan Tuhan, berdoa sebelum makan, atau berdoa sebelum tidur.

"Kadang orang tua hanya bicara menanamkan nilai tapi tidak pernah ada langkah action atau konkretnya. Itu yang sering kali terjadi kenapa kita sering gagal mendidik anak," katanya.

Padahal, kata Elizabeth, mendidik anak mudah. Cukup dengan mencontohkan perilaku baik dalam kehidupan sehari-hari. Anak akan meniru kebiasaan apa yang ditularkan orang tuanya.

Dia menambahkan, begitu pula di sekolah. Kata dia, tak masalah jika di sekolah tak ada mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan atau pendidikan moral Pancasila. Asalkan nilai-nilai baik itu bisa diselipkan dalam mata pelajaran lain yang diajarkan kepada anak.




(MEL)