Anak Kecanduan Gawai, Tanda Ada yang Salah pada Pola Asuh

Sri Yanti Nainggolan    •    Kamis, 04 Oct 2018 11:12 WIB
tumbuh kembang anak
Anak Kecanduan Gawai, Tanda Ada yang Salah pada Pola Asuh
(Foto: Daily Mirror)

Jakarta: Angka kurang tidur pada anak makin meningkat di Inggris. Kebanyakan penyebabnya adalah penggunaan media sosial dan peralatan digital sebelum jam tidur. 

Data dari National Health Service (NHS) menyebutkan bahwa angka diagnosis masalah tidur pada orang muda berusia di bawah 16 tahun meningkat dari 6.520 kasus ke 9.429 pada 2012-2013. 

Beberapa ahli percaya bahwa ini bukan sepenuhnya salah media sosial, tetapi bagaimana orang tua mengasuh anak. 

"Kita tahu bahwa sinar biru dari layar dapat menggangu tidur tetapi masalah ini lebih kepada pengasuhan yang buruk," jelas ahli detoksifikasi digital Tanya Goodin, pada The Independent. 

Menurutnya, jika anak dibiarkan tidur larut malam karena sosial media, orang tualah yang perlu disalahkan. 

Senada dengan Goodin, Vicki Dawson selaku pendiri Children’s Sleep Charity mengungkapakn bahwa aturan jam tidur yang ketat penting. 

"Kita semakin sering melihat keluarga dengan orang tua bekerja dan ini berarti jam tidur makin mundur, yang berakibat pada rutinitas tidur rusak."

Rutinitas tidur yang baik adalah kunci dalam mendukung pola tidur yang lebih baik. Pola makan juga berperan. 

"Kita lihat anak dan orang muda sekarang mengonsumsi banyak gula, bahkan minuman energi, untuk mengompensasi kurang tidur yang mereka alami. Ini juga berdampak pada tidur malam."

Tak hanya media sosial, angka obesitas dan krisis kesehatan mental juga menjadi faktor masalah tidur. 

Obesitas berkontribusi pada sleep apnea, di mana gangguan tersebut mengganggu proses pernapasan normal saat tidur. Di satu sisi, kurang tidur juga dapat menyebabkan kenaikan berat badan. 

"Ketika Anda kurang tidur, tubuh merespons dengan mengubah hormon yang memengaruhi nafsu makan dan lapar. Anda jadi menginginkan hal-hal tak sehat saat lelah," ujar Michael Farquhar, konsultan tidur di RS Evelina Children.

Selain itu, rasa cemas juga dapat menyebabkan masalah tidur, dan sebaliknya. 

"Anak-anak membutuhkan rutinitas yang konsisten dari sejak awal, tidak yang terlalu ketat, harus fleksibel."

Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk membuat waktu tidur anak terpenuhi adalah dengan mengurangi penggunaan gawai sebelum tidur dan lebih banyak menghabiskan waktu bersama tanpa distraksi. 





(DEV)