Studi: Wanita Lebih Rentan Alami Burnout dalam Pekerjaan

Sri Yanti Nainggolan    •    Jumat, 01 Jun 2018 18:21 WIB
karier
Studi: Wanita Lebih Rentan Alami Burnout dalam Pekerjaan
Banyak wanita memiliki posisi yang menawarkan sedikit kebebasan dalam pengambilan keputusan, yang berarti bahwa pekerjaan mereka hanya memberi mereka otoritas. (Foto: Andrew Neel/Unsplash.com)

Jakarta: Sebuah studi menemukan bahwa wanita cenderung lebih berisiko mengalami burnout dalam pekerjaan dibandingkan pria. 

Kelelahan dalam bekerja adalah hal yang umum dialami, tetapi dalam tingkat yang berbeda pada kedua jenis kelamin tersebut. 

Penelitian yang melibatkan 2.026 orang dengan perbandingan pria dan wanita yang sama tersebut selama empat tahun untuk menganalisa kelelahan emosional, sinisme, dan efektivitas profesional saat bekerja.

Para peneliti dari Montreal University tersebut menyimpulkan bahwa wanita lebih cenderung mengalami burnout karena kemungkinan mendapatkan posisi yang lebih kecil dan lebih mudah frustasi. 

Burnout memiliki pengertian sebagai respons terlalu lama pada emosi kronik dan tekanan interpersonal terhadap pekerjaan

"Studi kami menunjukkan ada perbedaan antara pria dan wanita karena dari awal karyawan tunduk pada kondisi kerja yang berbeda tergantung pada jenis kelamin mereka," kata penulis studi, Dr Nancy Beauregard.


(Penelitian tersebut juga mengungkapkan bahwa harga diri yang rendah, kesulitan menyeimbangkan pekerjaan dan kehidupan keluarga, dan bekerja lembur dapat menyebabkan kelelahan pada wanita. Foto: Damian Zaleski/Unsplash.com)

(Baca juga: Studi: Memiliki Anak Memundurkan Jenjang Karier)

Banyak wanita memiliki posisi yang menawarkan sedikit kebebasan dalam pengambilan keputusan, yang berarti bahwa pekerjaan mereka hanya memberi mereka otoritas dan kekuatan pengambilan keputusan yang rendah dan hanya sedikit menggunakan keterampilan mereka.

Posisi seperti ini, yang cenderung dimiliki oleh pria, menyebabkan wanita kelelahan.

Penelitian tersebut juga mengungkapkan bahwa harga diri yang rendah, kesulitan menyeimbangkan pekerjaan dan kehidupan keluarga, dan bekerja lembur dapat menyebabkan kelelahan pada wanita.

Akibatnya, para wanita sering merasa sakit kepala, kurangnya motivasi, perasaan tidak berdaya, nyeri dada dan kemungkinan penyakit jantung dan gangguan kekebalan tubuh yang lebih tinggi.

Temuan menarik lainnya adalah bahwa pekerjaan rumah tangga dapat membantu menurunkan risiko kelelahan dalam jangka pendek.

"Kami mengamati banyak wanita menggunakan pekerjaan rumah tangga sebagai strategi untuk menghindari tuntutan pekerjaan mereka dan untuk pelampiasan," tambah Beauregard.





(TIN)