Pembagian Pekerjaan Rumah Tangga Berpengaruh pada Kualitas Seks

Sri Yanti Nainggolan    •    Sabtu, 21 Oct 2017 17:46 WIB
seks dan kesehatan
Pembagian Pekerjaan Rumah Tangga Berpengaruh pada Kualitas Seks
Pembagian Pekerjaan Rumah Tangga Berpengaruh pada Kualitas Seks (Foto: gettyimages)

Metrotvnews.com, Jakarta: Sebuah studi menemukan bahwa wanita yang melakukan lebih banyak pekerjaan rumah tangga dibandingkan pria dapat menyebabkan hubungan memburuk.

Para peneliti dari University of Alberta mengobservasi pola tanggung jawab pekerjaan rumah antara wanita dan pria secara konsisten dalam tiga tahap kehidupan: transisi menuju dewasa (25 tahun), dewasa muda (32 tahun), dan paruh baya (43 tahun).

Secara khusus, wanita berusia sekitar 25 tahun dan pasangan dengan pendapatan terendah. Kemudian, jam kerja dan membesarkan anak-anak menjadi perhitungan dalam mengerjakan pekerjaan rumah tangga saat berusia dewasa muda. Terakhir, jenis kelamin adalah prediktor terbesar siapa yang melakukan pekerjaan rumah terbanyak saat menginjak usia di 43 tahun.

Para peneliti menyimpulkan, sebagian besar pekerjaan rumah tangga umumnya dilakukan oleh wanita.

"Secara keseluruhan, waktu, variabel uang dan gender tampaknya penting untuk menjelaskan pembagian kerja rumah tangga, walaupun dengan intensitas yang bervariasi tergantung pada tahap dalam kursus kehidupan," tukas Rebecca Horne, penulis utama studi dari University of Alberta.

Sementara, American Time Use Survey dari Bureau of Labor Statistics menemukan bahwa pria melakukan 35 persen dari total pekerjaan rumah. Hal tersebut cukup menguntungkan karena dapat menghemat dua pertiga dari waktu keseluruhan dan meningkatkan ketertarikan fisik sehingga membuat kehidupan seksual lebih baik.

Sebuah studi yang dilakukan oleh University of California-Riverside menemukan bahwa istri cenderung lebih tertarik secara seksual pada suami yang membantu pekerjaan rumah tangga. Istri juga memiliki suasana yang lebih baik dengan keadaan tersebut sehingga tak merasa stres dalam menyeimbangkan kehidupan rumah dan pekerjaan. Adanya negosiasi dengan pasangan membuat hubungan semakin berkembang.

Setali tiga uang, studi lain menemukan bahwa kontribusi seimbang pada pekerjaan rumah tangga dapat meningkatkan kualitas hubungan seksual dimana baik pria maupun wanita menjadi lebih puas dengan kehidupan seksual.

Namun, jumlah pekerjaan rumah tangga yang dilakukan pria (lebih dari wanita) tidak mempengaruhi berapa kali pasangan tersebut melakukan hubungan seks. Dengan kata lain, persepsi melakukan pekerjaan rumah tangga dalam jumlah seimbang cukup berpengaruh dalam kuantitas melakukan hubungan seks.

Yang benar adalah jumlah pekerjaan rumah tangga akan berarti sesuatu yang berbeda untuk setiap hubungan berdasarkan harapan mereka kontribusi pasangan. Hal tersebut juga bergantung pada bagaimana mereka membandingkan diri mereka dengan pasangan lain yang mereka kenal.



 


(ELG)