3 Alasan Seseorang Bertahan dengan Hubungan yang Tak Sehat

Raka Lestari    •    Jumat, 27 Oct 2017 06:30 WIB
keluarga
3 Alasan Seseorang Bertahan dengan Hubungan yang Tak Sehat
Ada beberapa pertimbangan yang membuat seseorang tetap bertahan pada hubungan yang tidak sehat. (Foto ilustrasi: capitaleap)

Metrotvnews.com, Jakarta: Mungkin mudah menyarankan seseorang yang terjebak dalam pacaran tidak sehat untuk menyudahi hubungannya. Mungkin juga Anda bertanya-tanya, kenapa ada orang yang mau mempertahankan pasangan yang menyakiti mereka?

Ternyata, itu bukan perkara yang semudah kelihatannya, ujar David B.Wexler, PhD, penulis When Good Men Behave Badly  dan direktur eksekutif Relationship Training Institute di San Diego.

Menurut Wexler, ada beberapa pertimbangan yang membuat seseorang tetap bertahan pada hubungan yang tidak sehat.

1. Takut diteror

Seperti yang dijelaskan Wexler, memutuskan hubungan dengan pasangan yang melakukan kekerasan justru malah membuat korban yang mengalami kekerasan merasa tidak aman setelahnya. Apakah dia akan melacak keberadaanku? Menyerangku? Merusak reputasiku? Pikiran-pikiran tersebut adalah pemikiran yang sering muncul ketika mereka akan memutuskan suatu hubungan.

2. Malu

Wexler mengatakan bahwa dia belum pernah bertemu dengan seorang korban yang tidak merasa malu dengan posisinya. Rasa malu itu membuat korban kekerasan takut akan penilaian dan tuduhan dari pihak luar. Membiarkan orang lain mengetahui tentang kekerasan yang dialaminya membuat kemungkinan orang-orang untuk menghakimi dengan pertanyaan-pertanyaan seperti: "Mengapa kamu masih memilihnya?", "Kenapa kamu mau tinggal bersamanya?", "Apa yang kamu lakukan sehingga dia bersikap demikian?."

3. Masih mencintai pasangannya

Cinta memang tidak masuk akal dan hanya karena telah disakiti, tidak berarti bisa membuat Anda membenci orang yang Anda cintai. "Banyak orang yang mengalami kekerasan menginginkan kekerasan itu dihentikan, tetapi di sisi lain masih mencintai pasangannya," ujar Wexler.

"Mereka masih merasakan keterikatan emosional dan menghargai banyak aspek dari hubungan yang sudah dijalani," pungkas Wexler.




(DEV)