Bahasa Kekinian Bikin Orang Tua Khawatir

Dhaifurrakhman Abas    •    Minggu, 06 Jan 2019 09:53 WIB
keluarga
Bahasa Kekinian Bikin Orang Tua Khawatir
Penting bagi orang tua untuk melakukan percakapan yang teratur dan terbuka. (Foto Ilustrasi: Guille Pozzi/Unsplash.com)

Jakarta: Bahasa gaul yang sering digunakan anak muda era sekarang bikin orangtua khawatir. Mereka gamang bakal terjadi kesenjangan komunikasi dengan buah hati.

Hal ini diungkap melalui survei yang dilakukan Onepoll.com di Inggris terhadap seribu orang dewasa dan yang memiliki anak berumur 8 hingga 13 tahun.

Hasil survei ini menunjukkan, bahwa hampir setengah dari peserta survei merasa mulai tidak percaya diri ketika berbincang dengan buah hati di media sosial.

"Ungkapan bahasa gaul di internet membuat orang tua menggaruk-garuk kepala ketika mereka mencoba menguraikan apa yang dibicarakan anak mereka," kata seorang peneliti, Nina Bibby.

Bibby bilang, para orang tua justru lebih percaya diri ketika berbincang dengan orang lain yang lebih tua dari usia anak-anak mereka. Meski begitu, orang tua diharapkan terus menjalani komunikasi dengan anak-anaknya.

    Klik di sini: Cara Alami Hilangkan Bau Mulut

Laura Randall, kepala asosiasi Child Safety Online di NSPCC mengatakan penting bagi orang tua untuk melakukan percakapan yang teratur dan terbuka. Terlepas dari berapa pun usia anak-anak atau tentang bagaimana mereka menggunakan internet.

"Harus tetap berkomunikasi, mungkin mengikuti alur anak muda sekarang dengan cara menyenangkan dan inklusif," ujar Randall.

Untuk menjembatani agar tak terjadi kesenjangan bahasa antar generasi, Randall bersama tim dari O2 dan NSPCC telah meluncurkan sebuah metode baru. Semacam kuis memaknai serangkaian bahasa gaul yang sering digunakan anak muda saat ini. Ini untuk memperluas pengetahuan para orang tua terhadap bahasa kekinian.

“Dengan cara ini kami ingin membantu orang tua melakukan percakapan rutin tentang agar bisa memantau akan dari paparan internet dan bagaimana cara menavigasinya dengan aman," tutupnya.

Peran Keluarga dalam Menangkal Diabetes



(FIR)