Anak-anak pun Rentan Mengalami Depresi

   •    Rabu, 02 May 2018 13:48 WIB
kesehatan mental
Anak-anak pun Rentan Mengalami Depresi
Ilustrasi. (Thinkstock)

Jakarta: Depresi atau gangguang jiwa yang ditandai dengan perasaan tertekan, mudah sedih, dan muram ternyata bukan hanya dialami oleh orang dewasa yang sudah terpapar stres. Zaman berkembang, depresi ternyata juga dapat mengancam anak-anak.

Psikolog Anak dan Keluarga Mira Amir mengatakan anak-anak rentan mengalami depresi saat mereka mendapat cukup banyak tekanan. Misalnya saja tak diperbolehkan bermain atau sikap orang tua yang terlalu mendominasi.

"Tidak boleh bermain, diminta bangun pagi, itu membuat tekanan pada anak yang semakin kesini semakin banyak dialami. Tanpa orang tua sadari sikap seperti itu memang sesekali tapi sering diucapkan berkali-kali," ujar Mira, dalam Newsline, Senin, 30 April 2018.

Menurut Mira, sering kali orang tua menganggap sebuah pencapaian adalah ketika seorang anak mendapatkan prestasi akademik. Sikap semacam itu membuat orang tua kerap membatasi waktu bermain anak.

"Padahal sejatinya anak mempunyai hak untuk bisa bermain. Keistimewaan untuk bermain itu sudah direnggut, terkikis dari usia yang seharusnya," ungkapnya.

Mira mengatakan dampak dari tekanan dan stres memang berbeda pada setiap anak, tergantung latar belakang mereka. Namun hal itu bisa dicegah saat orang tua sudah memahami kondisi mereka terlebih dahulu.

Misalnya apakah mereka cukup sehat untuk menjadi orang tua, untuk memiliki anak, dan membersarkan mereka. Kerap kali orang tua mengabaikan faktor tersebut hanya karena sudah waktunya untuk menikah.

"Kadang mereka tidak cukup sadar bahwa mereka punya masalah di masa lalu. Ketika menikah dan memiliki anak, ini bisa berpengaruh pada interaksi mereka ketika membesarkan anak-anak," ungkapnya.

Selain orang tua, mencegah anak mengalami depresi juga perlu dukungan dari lingkungan sekitar. Salah satu hambatan penanganan anak yang mengalami depresi adalah kepribadian mereka mudah merasa rendah diri dan apatis. Dukungan orang tua dan lingkungan sekitar dapat membantu memulihkan mereka.

"Selain bertindak simpatik, lingkungan juga harus berempati. Mampu melihat, menderngar, dan merasakan sesuatu dari anak yang mengalami depresi," jelas Mira.




(MEL)