Pola Asuh yang Salah Bisa Picu Gangguan Kecemasan pada Anak Perempuan

Torie Natalova    •    Minggu, 21 May 2017 19:46 WIB
psikologi
Pola Asuh yang Salah Bisa Picu Gangguan Kecemasan pada Anak Perempuan
(Foto: Kimbiggio)

Metrotvnews.com, Jakarta: Sekitar satu dari tiga orang memiliki setidaknya satu gangguan kecemasan selama perjalanan hidup mereka. Bahkan, pada wanita jumlahnya lebih tinggi sekitar 40 persen dibanding pria. Ketika anak perempuan merasa cemas, orang dewasa cenderung lebih bersikap protektif dan membiarkan mereka menghindari situasi yang menakutkan.

Ada beberapa bukti bahwa tingkat fluktuasi estrogen wanita memicu kegelisahan. Namun, perbedaa pola asuh
mungkin dapat lebih berpengaruh lagi. Orangtua menanggapi ketakutan anak-anak dengan cara yang sangat berbeda, tergantung pada jenis kelamin.

Ketika anak perempuan cemas, orang tua cenderung bersikap protektif dan berusahan menghindarinya. Sementara anak laki-laki diminta untuk menghadapinya. Ada anggapan bahwa anak laki-laki harus berani menghadapi ketakutan mereka.

Ternyata, sikap perlindungan ini memiliki konsekuensi jangka panjang. Orang tua terbukti lebih mengendalikan anak perempuan daripada anak laki-laki, dan pengendalian orang tua berkaitan dengan risiko gangguan kecemasan yang lebih besar pada anak-anak.

Barbara Morrongiello, seorang profesor psikologi di University Guelph telah melakukan penelitian dan ia melihat orang tua lebih mendorong anak laki-laki lebih berani dan bersikap hati-hati pada anak perempuan. Ini terlihat pada tingkat cedera yang lebih tinggi pada laki-laki terutama setelah berusia dua tahun.

Orang tua cenderung lebih sering memperingatkan anak perempuan tentang keselamatan dan risiko terluka sementara pada anak laki-laki mereka mendorong untuk lebih mandiri. Mereka juga lebih cenderung secara fisiko membantu anak perempuan meskipun mereka tidak meminta bantuan.

Meskipun tindakan tersebut dapat melindungi anak perempuan dari cedera fisik, tindakan perlindungan tersebut juga bisa menimbulkan perasaan rentan pada anak perempuan bahkan hingga ia dewasa.


(DEV)