Apakah Berbicara dengan Hewan Peliharaan Pertanda Anda Cerdas?

Yatin Suleha    •    Senin, 08 May 2017 18:10 WIB
psikologi
Apakah Berbicara dengan Hewan Peliharaan Pertanda Anda Cerdas?
Berbicara pada hewan peliharaan atau benda kesayangan Anda, merupakan bentuk dari kesadaran dalam mengenali pikiran manusia lain. (Foto: Pinterest/I-patr-54.tumblr.com)

Metrotvnews.com, Jakarta: Jika Anda suka mengajak berbicara hewan peliharaan Anda entah itu burung, kucing, anjing bahkan pada boneka kesayangan, Anda termasuk manusia yang cerdas.

Dilansir dari Metro.com, Dr. Nicholas Epley, seorang profesor yang mendalami ilmu pengetahuan soal perilaku di the University of Chicago, mengatakan bahwa kebiasaan tersebut disebut dengan anthropomorphism.



Menurut Wikipedia, anthropomorphism atau antropomorfisme berasal dari bahasa Yunani (anthr?pos), manusia dan (morph?), bentuk. Subyek anthropomorphism seperti binatang yang digambarkan sebagai makhluk dengan motivasi manusia, dapat berpikir dan berbicara, atau benda alam seperti angin atau matahari. 

(Baca juga: Hewan Peliharaan Bantu Tumbuh Kembang Anak Lebih Optimal)

Menurut Dr. Epley ini menandakan betapa kuat dan cerdasnya otak kita, peliharaan Anda khususnya anjing bahkan tahu kapan Anda berlaku tak baik padanya.

"Dalam sejarahnya, melakukan anthropomorphism diartikan sebagai tindakan kekanak-kanakan atau bahkan sebuah tindakan yang bodoh. Namun sebenarnya hal tersebut merupakan hal yang alamiah dalam sifat sampingan yang dimiliki oleh manusia. Sifat yang menggambarkan secara tendensius unik membuat manusia cerdas di planet ini," ucap Dr. Epley.



Banyak yang berpikir berbicara dengan hewan peliharaan atau bahkan objek benda mati merupakan hal aneh sekaligus bodoh. Mungkin itu hal yang banyak dilakukan oleh anak kecil, tetapi ketika Anda mulai besar dan dewasa, Anda berhenti bicara dengan benda yang tak bisa balik menjawab.

Di sini Dr. Epley menjabarkan bukan berarti Anda sebagai manusia aneh berbicara dengan hewan peliharaan Anda, bahkan pada benda kesayangan Anda sekalipun. "Namun ini merupakan bentuk dari kesadaran dalam mengenali pikiran manusia lain. Ini melibatkan psikologis yang sama prosesnya sebagaimana mengenali pikiran pada hewan lain. Jadi ini lebih kepada esensinya."







(TIN)