Membicarakan Berat Badan Dengan Anak

Sri Yanti Nainggolan    •    Selasa, 13 Sep 2016 16:18 WIB
psikologi anak
Membicarakan Berat Badan Dengan Anak
(Foto: Time) Keluarga harus bekerja sama untuk menghadapi berbagai masalah seputar berat badan anak.

Metrotvnews.com, Jakarta: Anak-anak zaman sekarang mengalami tekanan yang cukup berat dalam hal penampilan. Mereka dituntut untuk memiliki bentuk tubuh tertentu, dengan banyaknya godaan makanan di sekitarnya seperti junk food atau permen misalnya. 

Menurut CDC, obesitas meningkat dua kali lipat pada anak-anak dan empat kali lipat pada remaja dalam 30 tahun terakhir. Hari ini, lebih dari sepertiga anak-anak atau remaja, mengalami kelebihan berat badan atau obesitas. Dan jutaan lainnya justru mengalami hal yang sebaliknya, sangat kurang makan. 
 
Masalah ini bisa menyerang anak pada usia berapapun. Selain itu, kesehatan dan citra diri adalah dua hal yang berpengaruh besar pada anak.



Upaya Orangtua
Sebagai orangtua, apa yang perlu dilakukan agar anak tidak mengalami hal tersebut? "Orang tua harus menyadari bahwa berat badan setiap anggota keluarga adalah masalah keluarga. Anak-anak tidak bertindak sendiri soal pola makan dan olahraga mereka, namun tergantung pada lingkungan," ujar Dr. Sandra Hassink, direktur dari American Academy of Pediatrics Institute for Healthy Childhood Weight.

Sebelum membicarakannya, Hassink menyarankan orangtua untuk melihat fakta medisnya terlebih dahulu. "Orangtua sering salah mengklasifikasikan anak mereka secara visual, pun dokter kesulitan memperkirakannya," ungkapnya. Sebaiknya orangtua melihat pada grafik pertumbuhan dan Indeks Massa Tubuh, daripada hanya melihat secara kasat mata badan si anak. 

(Baca juga: Berat Badan Lahir Pengaruhi Kecerdasan Anak)

Pada usia sekolah dasar, Hassink mengatakan, tindakan lebih penting daripada hanya berbicara saja. Oleh karena itu, sajikan makanan yang sehat. "Jangan membeli makanan yang Anda tidak ingin orang lain makan," sarannya. 

Anak akan belajar kebiasaan dari orang di rumah, mereka senang mengobservasi dan mengikuti apa yang orangtua lakukan. Makan makanan yang bervariasi dan sehat serta porsi yang tepat. Tidak lupa menghindari junk food adalah hal yang sebaiknya dibiasakan pada anak sebelum mendiskusikannya. 

Untuk anak usia menengah pertama, akan terjadi banyak perubahan bentuk tubuh pada waktu tertentu. "Ini adalah saat yang tepat mengingatkan bahwa jangan pernah membiarkan siapa pun mengomentari ukuran atau bentuk tubuh anak. Semua orang berbeda dan semua orang tumbuh berbeda," ujar Hassink. 



Libatkan Anak
Di sini orangtua dapat mulai melibatkan anak dalam mengatur kesehatan sendiri. Caranya dengan menanyakan apakah mereka memiliki masalah kesehatan atau apakah ada orang yang mengecam seputar bentuk tubuh mereka. 

Hassink mengungkapkan bahwa pesan penting di sini adalah semua keluarga harus bekerja sama untuk menghadapi berbagai masalah. 

Pada usia sekolah menengah atas, pendidikan seputar kesehatan adalah penting, termasuk membicarakan riwayat keluarga seperti diabetes dan tekanan darah tinggi. Selain itu, starategi untuk mengurangi risiko tersebut juga perlu dibahas bersama anak, seperti bagaimana memilih cemilan saat pesta, atau lebih aktif secara fisik.

"Tidak ada penyalahan atau perasaan bersalah pada semua jenis usia. Ini bukan tentang kesalahan yang dilakukan, tapi kesempatan untuk mengedukasi anak-anak dan membantu mereka menjadi sehat," jelas Hassink. 

Ia menambahkan, bila tidak berjalan sesuai rencana, ulangi targetnya dan terus lakukan. Hal yang terpenting adalah, semua anggota keluarga mencobanya bersama-sama. 






(TIN)