Bagaimana Cara Membedong Bayi?

Sri Yanti Nainggolan    •    Rabu, 05 Oct 2016 07:00 WIB
bayi
Bagaimana Cara Membedong Bayi?
Sebaiknya hentikan kebiasaan membedong ketika bayi mulai bisa tengkurap. (Foto: Babycenter)

Metrotvnews.com, Jakarta: Membedong adalah salah satu metode kuno dimana bayi dibungkus agar merasa lebih aman dan nyaman. Membedong dapat menghentikan bayi dari gangguan akibat refleks kejut yang disebabkan oleh dirinya sendiri, seperti tersentak saat tidur yang merupakan hal normal. Selain itu, membedong juga dapat menenangkan diri bayi saat mengalami stimulasi berlebih. 

Jika Anda ingin mencoba metode ini, pastikan bayi Anda tidak dalam keadaan lapar atau basah. Kepala dan wajahnya pun tak perlu dilapisi, sehingga bayi dapat bebas bernapas dan tidak kepanasan. Selain itu, tak perlu melapisinya dengan selimut lagi saat bayi dibedong. 

(Baca juga: Bayi Prematur Lebih Pintar Bila Diberi ASI Eksklusif Sebulan Pertama)

Berikut adalah cara membedong bayi:

- Lebarkan kain katun (bahan yang biasa digunakan) pada permukaan yang datar dan lipatlah bagian ujung atas ke bagian bawah dengan jarak 15 cm.

- Baringkan bayi Anda dengan posisi kepala pada bagian lipatan. 

- Balutkan setiap ujung kain ke tubuh bayi dan selipkan bagian sisa pada bawah lengan dan di bawah punggungnya. 

- Untuk ujung kain sebelah kanan, akan berakhir pada bagian tubuh bayi sebelah kiri, serta sebaliknya. Tarik bagian bawah kain ke atas hingga dagu bayi. 

Beberapa bayi lebih senang bila tangan mereka tak ikut dibalut, sehingga Anda bisa mulai membedong pada bagian bawah lengan. 

Sebaiknya hentikan kebiasaan membedong ketika bayi mulai bisa tengkurap karena membedong justru akan mengganggu sistem pernapasannya saat tidur. 

Semakin besar bayi akan semakin banyak gerakan saat tidur, sehingga membedong membuatnya menjadi tak nyaman dan cenderung terbangun. 







(TIN)