Begini Cara Menghentikan Siklus Cerewet Pasangan Anda

Yatin Suleha    •    Senin, 07 Nov 2016 08:00 WIB
romansa
Begini Cara Menghentikan Siklus Cerewet Pasangan Anda
Ternyata, baik menjadi pihak yang cerewet dan dicereweti, keduanya sama-sama tidak menyenangkan. (Foto: Dekhnews)

Metrotvnews.com, Jakarta: Anda lelah menjadi komando dalam rumah? Kaos kaki, baju setelah kerja, dan tas diletakkan sembarangan. Hal seperti ini benar terjadi, apalagi jika usia pernikahan Anda dan pasangan baru seumur jagung (atau tidak).

Atau, hal lain menjadi pemikiran Anda yaitu, "Mungkin dua orang cerdas memiliki pemikirannya masing-masing, yang membuat perbedaan dalam kenyataan ini?"

Dilansir dari tulisan Dr. Markman yang berjudul " Fighting for Your Marriage", ia menerangkan bahwa menjadi orang yang dicereweti rasanya seperti berdiri di sebuah tumpukan batu yang sedang bergulir jatuh. Psikolog Howard Markman, PhD, wakil direktur Cneter for Marital and Family Studies di University of Denver, Amerika menambahkan bahwa, "Cerewet biasanya berawal dari salah satu pihak yang merasa memiliki aturan bagaimana seharusnya ditangani," ujarnya.

(Baca juga: Selain Cinta, Ini Lho Kata yang Ingin Didengar Wanita)

Markman menyebutkan pihak yang dicereweti merasa diperlakukan tidak adil karena "diserang" dari berbagai sudut, selanjutnya Anda menarik diri yang menyebabkan pihak yang mengomeli malah bertambah gencar.

Ternyata, baik menjadi pihak yang cerewet dan dicereweti, keduanya sama-sama tidak menyenangkan. Dan jika terlalu lama dibiarkan hal ini akan merusak hubungan Anda.

Kami berikan resep mengurangi "siklus cerewet pada pasangan Anda" seperti berikut ini:

- Sepakati tugas bersama. Misalnya, yang menyapu dan mencuci piring Anda, namun yang membantu mengantarkan pakaian kotor ke tempat laundry adalah pasangan Anda. Tugas lainnya bisa Anda bagikan lagi. Dan jangan lupa, sepakati!

- Meminta dengan cara baik-baik (jika perlu kecup keningnya juga). Anda bisa mempraktikan ini, "Sayang, tolong buang sampahnya di jam 7 pagi, sebelum kita berangkat ke kantor ya?" Dibandingkan dengan, "Kenapa sampah enggak dibuang-buang sih, lihat ini sudah jam berapa!"

-Hindari menyamaratakan semua masalah. Jauhkan komentar Anda dari "Kamu memang selalu lupa bayar kartu kredit kita ya diawal bulan." atau "Kamu memang tidak pernah membayar tagihan tv cable deh, pasti tanggalnya selaaalu lewat!" Sebaiknya, gunakan kata-kata yang lebih lembut lalu lakukan negosiasi dan patuhi hasilnya.






(TIN)

Video /