Ini Alasan Mengapa Kita Kecanduan Telepon Pintar

Sri Yanti Nainggolan    •    Sabtu, 19 Aug 2017 12:53 WIB
ponsel pintar
Ini Alasan Mengapa Kita Kecanduan Telepon Pintar
Ini Alasan Mengapa Kita Kecanduan Telepon Pintar (Foto: gettyimages)

Metrotvnews.com, Jakarta: Saat ini, banyak orang tak bisa lepas dari telepon pintar dalam jangka waktu panjang. Sebuah penelitian pun mencari tahu alasan kecanduan terhadap gawai tersebut dari segi mental.

Sebuat survei yang dilakukan oleh para peneliti dari City University of Hong Kong dan the Sungkyunkwan University di Seoul menemukan salah satu penyebab utama kecanduan yang disebut dengan nomophobia tersebut adalah ketergantungan pada ponsel yang telah membuat, menyimpan, dan membagikan kenangan pribadi.

Teori yang dipublikasikan dalam jurnal Cyberpsychology, Behavior, and Social Networking tersebut menyimpulkan bahwa semakin banyak kenangan yang diciptakan dengan gawai tersebut, maka semakin tergantung seseorang pada benda tersebut.

Para pengguna mulai melihat ponsel sebagai perpanjangan diri mereka sehingga hal itu membuat mereka semakin ketergantungan pada gawai tersebut.

Para peneliti mensurvei lebih dari 300 orang dewasa di Korea Selatan untuk mencoba mengerti hubungan antara pengguna dan ponsel mereka. Berdasarkan respons pada survei daring tersebut, para partisipan dibagi menjadi dua kelompok: nomophobia tinggi dan nomophobia rendah.

Kedua kelompok menggunakan ponsel sebagai medium untuk mengakses informasi dan hiburan, namun kelompok pertama cenderung mendeskripsikan benda tersebut sebagai perpanjangan diri mereka dimana mereka menggunakan beberapa kata seperti 'saya', 'miliki saya', 'saya (sebagai objek)', dan 'bagian'. Partisipan pada kelompok tersebut juga cenderung mengalami nyeri pergelangan tangan dan leher.

"Selain itu, mereka yang nomophobia tinggi juga cenderung mengalami gangguan dalam studi dan pekerjaan. Studi ini menemukan bahwa masalah penggunaan ponsel dapat menimbulkan efek negatif tak hanya kondisi fisik pengguna, namun juga kualitas hidup secara keseluruhan," demikian menurut para peneliti.

Semakin seseorang kecanduan, semakin parah tingkat kecemasan akibat tak bisa memegang ponsel tersebut. Namun,  Dr. Brenda Wiederhold dari Interactive Media Institute yang tak terlibat dalam penelitian, mengungkapkan bahwa kecanduan tersebut bisa diatasi.

"Nomophobia adalah kecemasan yang lahir karena gaya hidup teknologi yang bisa diobati, sama seperti phobia lainnya. Terapi paparan, yaitu tak menggunakan teknologi dalam jangka waktu tertentu, dapat mengajarkan individu untuk mengurangi kecemasan dan menjadi nyaman dengan periode tanpa teknologi tersebut."


(ELG)