Ini Alasan Mengapa Anak Pertama Cenderung Lebih Pandai

Sri Yanti Nainggolan    •    Selasa, 19 Jun 2018 11:10 WIB
keluarga
Ini Alasan Mengapa Anak Pertama Cenderung Lebih Pandai
Para peneliti dari Universities of Houston menemukan bahwa terdapat hubungan negatif antara urutan kelahiran dan hasil kognitif anak-anak. (Foto: Andrew Seaman/Unsplash.com)

Jakarta: Ada berbagai stigma tentang urutan anak dalam keluarga. Salah satunya adalah anak pertama cenderung lebih pintar dibandingkan adik-adiknya. Sebuah penelitian membenarkan hal tersebut. 

Para peneliti dari Universities of Houston menemukan bahwa terdapat hubungan negatif antara urutan kelahiran dan hasil kognitif anak-anak. "Semakin banyak kakak yang dimiliki, semakin rendah tingkat kecerdasan seseorang," begitu sebut studi yang dilansir dari Independent. 

"Besarnya efek urutan kelahiran ini sangat besar," kata para peneliti.

Mereka juga menemukan bahwa saudara kandung yang lebih tua cenderung merasa percaya diri dalam kecerdasan mereka, dan adik yang lebih muda lebih mungkin kurang percaya diri dalam kemampuan skolastik mereka.

Selain itu, para peneliti menemukan bahwa efek dari urutan kelahiran pada nilai tes kognitif lebih besar jika subjek matematika tidak dilibatkan. Kemungkinan karena materi berhintung lebih umum diajari di sekolah daripada di rumah.  

(Baca juga: Tips Tingkatkan Kecerdasan Anak Usia 1-2 Tahun)


(Para peneliti dari Universities of Houston menemukan bahwa terdapat hubungan negatif antara urutan kelahiran dan hasil kognitif anak-anak. "Semakin banyak kakak yang dimiliki, semakin rendah tingkat kecerdasan seseorang," begitu sebut studi yang dilansir dari Independent. Foto: Courtesy of Independent.co.uk)

Perbedaan intelegensi bahkan sudah terbukti sebelum bersekolah. Menurut para penelitian, adik cenderung memiliki performa kognitif yang lebih buruk sejak usia dini. 

Menurut para peneliti, hal tersebut berkaitan dengan tingkat perhatian orang tua. Semakin banyak saudara kandung yang dimiliki, semakin sedikit perhatian yang didapatkan anak, sehingga hal tersbeut berpengaruh dalam performa akademik. 

"Meskipun para adik tidak lahir dengan kekurangan dalam kesehatan dan perkembangan, kami memnemukan bahwa orang tua tak mampu untuk menyediakan dukungan kognitif yang sama dengan anak pertama," jelas studi tersebut. 

Anak pertama menerima lebih banyak rangsangan mental pada awal tahun kehidupan sehingga memiliki fungsi otak yang lebih besar dibandingkan adik-adiknya. 

Studi tersebut juga menyebutkan bahwa perbedaan perilaku ibu selama kehamilan dan tahun pertama kehidupan anak berkaitan dengan konsumsi alkohol dan tembakau juga turut berperan. 

"Orang tua cenderung lebih santai dalam pola hidup sehat pada kelahiran setelah anak pertama," simpul studi. 

Penelitian tersebut melibatkan lebih dari 5.000 anak untuk menilai kosakata baca dan gambar setiap dua tahun sampai mencapai usia 14 tahun. 





(TIN)