Tujuh Tips Memenangkan Argumen

Sri Yanti Nainggolan    •    Senin, 09 Apr 2018 09:15 WIB
tips & trik
Tujuh Tips Memenangkan Argumen
Berikut adalah beberapa cara untuk membuat argumen Anda menang, seperti dilansir Theindependent.com. (Foto:Andreas Rønningen/Unsplash.com)

Jakarta: Adu pendapat adalah hal yang tak bisa dihindari dalam kehidupan, terutama terkait hubungan romansa. Untuk bisa memenangkan pendapat, dibutuhkan taktik khusus. 

Berikut adalah beberapa cara untuk membuat argumen Anda menang, seperti dilansir Theindependent.com. 

1. Mencoba mengerti sudut pandang di sisi lain 
Menurut terapis pernikahan Marissa Nelson, tujuan dari ada pendapat adalah membuat satu sisi memahami apa yang dimaksudkan oleh sisi lain, bukan hanya melampiaskan rasa frustasi. Perdebatan muncul karena tidak saling memahami. 

Namun, daripada menyalahkan ketidakmampuan pasangan dalam mendengarkan, cobalah cara yang lebih baik. Hindari menyerang karakter pasangan saat berdebat karena itu bisa saja memicu pembunuhan karakter. 

2. Bertanya agar medapat pemahaman lebih jelas
Penulis buku Jay Sullivan mengatakan bahwa mengajukan pertanyaan adalah cara paling mudah untuk memenangkan argumen. Hal ini untuk mendapatkan pemahanan yang lebih baik dengan pasangan daripada mengandalkan asumsi sendiri tentang perasaannya. 

Pertanyaan dapat mengubah argumen menjadi diskusi dalam mencari jalan keluar. 

(Baca juga: Tips Merawat Cinta dalam Pernikahan)


(Hindari menyerang karakter pasangan saat berdebat karena itu bisa saja memicu pembunuhan karakter. Foto: Manuel Meurisse/Unsplash.com)

3. Gunakan bahasa langsung
Komunikasi adalah kunci. Untuk membuat poin tidak disalahartikan, langsung katakan poin penting dari maksud. 

"Beritahukan sejujurnya karena sampai keduanya mengakui siapa sebenarnya mereka, mereka tak akan mendapatkan apa yang mereka butuhkan atau pertengkaran tak akan usai," ujar terapis pasangan Susan Pease Gadoua. 

4. Hindari kata 'tapi' setelah pasangan berbicara
Penggunaan kata 'tapi' membuat pasangan merasa Anda tak peduli dengan posisi mereka. Sullivan lebih menyarankan kata 'dan' yang lebih positif. 

5. Perhatikan nada suara dan bahasa tubuh
Cukup sulit mengatur emosi dan perilaku, terutama saat sedang berada dalam situasi yang emosional. Namun, menurut Nelson, Anda sudah menang jika bisa melakukannya.

Cobalah menarik napas dalam dan berbicara dengan lebih tenang. "Ini bukan tentang apa yang Anda katakan, tapi bagaimana Anda mengatakannya."

6. Mendengarkan, bukan membujuk
Mulailah dengan mengajukan pertanyaan seperti mengapa, apa, dan bagaimana. Tujuannya adalah untuk mengubah argumen menjadi diskusi produktif. Mendengarkan dan memahami orang lain diperlukan sebelum solusi dapat dicapai.

Konflik biasanya diselesaikan dengan diskusi, sedangkan "dalam sebuah argumen, tujuannya adalah untuk menang, dan terlalu sering, yang menghasilkan dua pecundang."

Dengan mengikuti saran ini, Anda benar-benar akan memenangkan argumen, meskipun Anda adalah satu-satunya yang menyadari.

7. Minta maaf jika melewati batas
Merasa bertanggung jawab atas hal-hal yang telah dikatakan atau lakukan itu penting, dan membuktikan kepada pasangan bahwa Anda menganggap serius masalah tersebut. Jika Anda sadar telah melakukan kesalahan, lebih baik mengakuinya dan mengatakan Anda menyesal.







(TIN)