Asal Mula Tradisi Membuat Resolusi Tahun Baru

Raka Lestari    •    Kamis, 21 Dec 2017 15:04 WIB
tahun baru
Asal Mula Tradisi Membuat Resolusi Tahun Baru
(Foto: Shutterstock)

Jakarta: Tahun baru kerap dimaknai sebagai harapan baru. Sebab itu, banyak orang membuat resolusi untuk diwujudkan, seperti menurunkan berat badan, menikah, dan lain sebagainya.

Menurut para sejarawan, masyarakat Babilonia adalah kelompok pertama orang yang membuat resolusi Tahun Baru. Bukan digunakan sebagai komitmen untuk memperbaiki diri, mereka membuat komitmen kepada para dewa untuk membayar hutang mereka dan mengembalikan benda-benda yang telah mereka pinjam.

Resolusi dan juga perayaan "tahun baru" mereka terjadi pada pertengahan Maret, saat panen baru ditanam.

Sebuah tradisi Romawi kuno dari tahun 46 SM mungkin lebih mirip dengan tradisi resolusi tahun baru pada masa sekarang. Orang Romawi percaya Janus adalah dewa bermuka dua yang bisa melihat ke belakang ke tahun sebelumnya dan maju ke depan. Untuk menghormatinya, mereka melakukan pengorbanan kepada Tuhan dan janji akan berperilaku baik untuk tahun yang akan datang.

Namun resolusi tahun baru yang modern tidak sepenuhnya terbentuk sampai berabad-abad kemudian. Merriam-Webster menyatakan bahwa praktik ini cukup umum pada awal 1800-an. Pertama kalinya "resolusi tahun baru" muncul sebagai ungkapan di koran Boston edisi 1 Januari 1813. Artikel tersebut menuliskan bahwa siapa saja yang melakukan perbuatan dosa selama bulan Desember harus memulai tahun baru dengan resolusi yang baru dan sikap yang baru.

Oleh karena itu, sebaiknya jika memang resolusi-resolusi tahun baru yang Anda buat nantinya banyak yang tidak tercapai atau tidak sesuai dengan keinginan, percayalah bahwa itu hal yang wajar karena itu telah terjadi sejak berabad-abad lalu.


(DEV)