Kereta Kuda Digunakan dalam Pernikahan Putri Jokowi, Pemilik: Saya Tidak Mau Dibayar

Pythag Kurniati    •    Sabtu, 04 Nov 2017 14:13 WIB
jokowi mantu
Kereta Kuda Digunakan dalam Pernikahan Putri Jokowi, Pemilik: Saya Tidak Mau Dibayar
Anwar (Foto: Metrotvnews/Pythag)

Metrotvnews.com, Solo: Pemilik persewaan kereta kuda Muhammad Anwar Muhtadi mengaku ikhlas berpartisipasi dalam pernikahan putri presiden Kahiyang Ayu dan Muhammad Bobby Afif Nasution.

Dua kereta kudanya bakal digunakan Kahiyang-Bobby sebelum prosesi ijab kabul. Namun Anwar, demikian ia biasa disapa, mengaku menolak dibayar.

"Insyaallah siap semua, dan saya enggak mau dibayar,” ungkap Anwar kepada wartawan di rumahnya, Jalan Jalan Sidoluhur Nomor 63 RT 02 RW 03, Laweyan, Solo, Sabtu, 4 November 2017.

Biaya sewa kereta kuda jika digunakan penyewa lainnya berkisar Rp1,5 juta. Jumlah tersebut tidak termasuk dengan kudanya. "Kudanya biasanya dari teman saya," papar dia.

Anwar bercerita, pihak panitia pernikahan Kahiyang-Bobby menanyakan mengenai biaya sewa padanya. “Saya jawab enggak usah. Untuk Pak Jokowi free. Ini partisipasi saya di pernikahan putri Presiden,” ujarnya.

Ia melanjutkan, keluarga Presiden memesan keretanya kurang lebih satu bulan lalu. “Pak Jokowi langsung yang menelepon melalui Mas Gibran,” jelas dia.

Adapun kereta kuda yang digunakan di pernikahan Kahiyang-Bobby pada 8 November 2017 nanti ada sebanyak delapan kereta. Dua diantaranya merupakan kereta kuda miliknya.

“Nanti yang digunakan Mas Bobby ada empat kereta. Empat lainnya digunakan Mbak Kahiyang,” beber pria berusia 76 tahun itu.

Anwar mengungkapkan, Presiden Jokowi tidak hanya satu kali menggunakan jasa sewa keretanya. Sejak menjabat sebagai Wali Kota dan Gubernur, Jokowi pun sering menggandeng Anwar.

“Misalnya pas beliau jadi Wali Kota dulu, ada kirab memindahkan PKL dari Banjarsari,” tutur dia.

Pada saat pernikahan Gibran Rakabuming Raka dan Selvi Ananda dua tahun lalu, imbuhnya, Anwar juga dilibatkan. “Tapi saat itu kereta kuda yang digunakan hanya dua. Kali ini ada delapan,” paparnya.

 


(ELG)