Mengatasi Tantrum Saat Si Kecil Mau Tidur

Sri Yanti Nainggolan    •    Jumat, 20 Apr 2018 14:16 WIB
perkembangan anaktips & trik
Mengatasi Tantrum Saat Si Kecil Mau Tidur
"Pijatan setelah mandi, diikuti dengan bercerita dan pijatan sensoris adalah cara yang baik untuk membuat bayi lebih cepat tertidur," kata Vicki. (Foto: Michal Bar Haim/Unsplash.com)

Jakarta: Salah satu masalah yang kerap dialami orang tua saat menidurkan si kecil adalah tantrum tidur. Biasanya, anak enggan cepat tidur karena masih asyik melakukan kegiatan lain. 

Berikut adalah cara mengatasi tantrum saat si kecil mau tidur. 

1. Memberi peringatan verbal 
"Berikan peringatan verbal bahwa kegiatan akan segera berakhir dan hanya boleh bermain satu kali lagi," kata Vicki Dawson, pendiri The Children's Sleep Charity. Dengan demikian, si kecil akan tahu bahwa sebentar lagi waktunya tidur.

Selain secara verbal, orang tua juga bisa mengingatkan melalui gambar akan kegiatan selanjutnya dilakukan. Misalnya, tunjukkan gambar yang menunjukkan suasana tidur pada anak agar dia tahu sudah waktunya. 

(Baca juga: Posisi Tidur Bayi Menentukan Kualitas Tidur Bayi)

2. Dijadikan rutinitas
Beberapa kegiatan yang dilakukan secara rutin membuat anak sadar dan menjadikannya sebagai rutinitas. Misalnya, ketika Anda mulai mendongeng atau menyanyikan lagu favorit secara rutin, ia mulai tahu bahwa waktu tidur sebentar lagi. 


(Musik juga bisa menjadi cara yang baik untuk membantu anak lebih rileks saat mau tidur. Foto: Picsea/Unsplash.com)

3. Rileks sebelum tidur
"Pijatan setelah mandi, diikuti dengan bercerita dan pijatan sensoris adalah cara yang baik untuk membuat bayi lebih cepat tertidur," kata Vicki. Musik juga bisa menjadi cara yang baik untuk membantu anak lebih rileks saat mau tidur. 

4. Memberi daftar kegiatan
Berikan beberapa tugas pada si kecil sebelum tidur dan pujilah jika ia bisa menuntaskannya. Tugas tersebut juga bisa berupa kebiasaan menjelang tidur, seperti menggosok gigi atau merapikan mainan. 

5. Tidak mengganggu kesenangan
Semua orang pastinya kesal jika kegiatan yang tengah asik dilakukan dihentikan. Agar anak tak menjadi tantrum, yakinkan dengan lembut bahwa kegiatannya masih bisa dilanjutkan esok hari. 






(TIN)