Ini Alasan Mengapa Makin Banyak Pasangan Muda Melakukan Program Bayi Tabung

Sri Yanti Nainggolan    •    Kamis, 06 Sep 2018 15:12 WIB
bayi tabung
Ini Alasan Mengapa Makin Banyak Pasangan Muda Melakukan Program Bayi Tabung
Semakin banyak masyarakat yang sadar akan pengetahuan seputar reproduksi di mana semakin cepat dicoba, maka semakin tinggi tingkat keberhasilan. (Foto: Ani Kolleshi/Unsplash.com)

Jakarta: Tak sedikit pasangan yang menjalankan program In Vitro Fertilization (IVF) pada usia yang tak muda lagi, setelah berusaha memiliki anak secara alamiah tetapi tak berhasil.

Namun, seiring berjalannya waktu, usia pasangan yang memutuskan program reproduksi terbantu tersebut semakin muda. Mengapa demikian?

Menurut ahli kandungan Prof. DR. dr. Sugiharto Subianto, SpOG (K), dulu kebanyakan pasangan terlebih dahulu berkonsultasi dengan banyak dokter sebelum memilih program bayi tabung.

"Biasanya, pasangan ganti-ganti dokter kandungan sehingga saat mencoba bayi tabung di usia di atas 35 tahun, tingkat keberhasilan menurun," pungkasnya dalam konferensi pers acara Morula: Fertility Science Week di Mal Central Park Jakarta, Kamis 6 September 2018.

(Baca juga: Kemampuan Kognitif Bayi Tabung Tak Berbeda dengan Bayi Normal)


(Menurut ahli kandungan Prof. DR. dr. Sugiharto Subianto, SpOG (K), dulu kebanyakan pasangan terlebih dahulu berkonsultasi dengan banyak dokter sebelum memilih program bayi tabung. Foto: Rawpixel/Unsplash.com)

Namun, saat ini pemikiran telah bergeser. Semakin banyak masyarakat yang sadar akan pengetahuan seputar reproduksi di mana semakin cepat dicoba, maka semakin tinggi tingkat keberhasilan.

"Sekarang kebanyakan saat usia muda sudah memutuskan bayi tabung karena tingkat kesadaran tinggi sehingga tingkat keberhasilan pun semakin bagus," tambahnya.

Publik figur Marsha Tengker adalah salah satu orang yang melakukan IVF di usia cukup muda, yaitu 28 tahun. Setelah tahu ada masalah reproduksi pada dirinya dan suami, mereka memutuskan mengikuti program tersebut setelah tujuh bulan menikah.

"Karena kita (Marsha dan suami) tahu umur sel telur tidak muda terus dan kita juga makin tua. Kita juga ingin cepat punya momongan, jadi ikut program bayi tabung," ujarnya pada kesempatan yang sama. 


(TIN)