Cara Melatih Empati pada Anak

Torie Natalova    •    Selasa, 22 Jan 2019 13:51 WIB
keluargapsikologi
Cara Melatih Empati pada Anak
Pakar neuroscience Erin Clabough mengatakan ada langkah-langkah nyata yang dapat orang tua lakukan untuk mengajarkan empati pada anak. (Foto: Caroline Hernandez/Unsplash.com)

Jakarta: Sebagai orang tua, Anda pasti membayangkan masa depan di mana anak-anak tumbuh dewasa dengan pengalaman membantu orang lain, mengubah dunia, berbakti dan bertindak penuh kasih. Bagaimana mengajarkan anak untuk dapat merasakan empati?

Pakar neuroscience Erin Clabough mengatakan ada langkah-langkah nyata yang dapat orang tua lakukan untuk mengajarkan empati pada anak. Meskipun empati dapat diajarkan di usia berapapun, semakin kecil anak dikenalkan empati semakin besar mereka cepat belajar.

Ada beberapa cara untuk melatih empati anak seperti berikut ini.

(Baca juga: Banyak Bersyukur Membuat Orang Lebih Sabar)


(Pakar neuroscience Erin Clabough mengatakan ada langkah-langkah nyata yang dapat orang tua lakukan untuk mengajarkan empati pada anak. Foto: Pan Xiaozhen/Unsplash.com)

1. Kembangkan jenis empati yang tepat
Ada beberapa jenis empati. Empati emosional adalah ketika Anda merasakan tarikan emosional. Empati kognitif adalah ketika Anda berpikir tentang bagaimana perasaan seseorang. Sebagai orang tua, kita inginkan empati terapan yakni ketika kita bertindak penuh kasih terhadap orang lain.

2. Latihan membuat kompetensi
Jenis praktik apapun akan memperkuat koneksi di jalur otak yang kita gunakan. Anda dapat mengajar anak membaca isyarat emosional di sekitar mereka. Anda bisa melihat contoh dari film tentang emosi para karakter.

3. Menumbuhkan empati dengan kreativitas
Imajinasi yang hebat akan mengajarkan keterampilan empati yang hebat. Kreativitas dan empati sangat berkaitan dan mudah untuk menggunakannya bersamaan.

4. Menumbuhkan empati dengan kontrol diri
Kontrol diri bisa diajarkan sebagai fondasi penting untuk empati. Bertindak penuh kasih membutuhkan kendali diri.

Kontrol diri ini diperlukan untuk menghentikan diri Anda dari bertindak berdasarkan impuls reaksi Anda, seperti tidak memukul ketika orang lain mengambil bola Anda. Seiring waktu, menjalankan kontrol diri tidak hanya akan memperkuat kontrol diri tapi juga memperdalam sumber empati kita.




(TIN)