Tips Mencegah Tersedak Makanan pada Anak

Anda Nurlaila    •    Rabu, 06 Feb 2019 18:16 WIB
perkembangan anak
Tips Mencegah Tersedak Makanan pada Anak
Semakin besar, kejadian muntah atau batuk akibat mengunyah akan semakin berkurang karena keterampilan mengunyah membaik. (Foto: Kazuend/Unsplash.com)

Jakarta: Anak-anak dari segala usia dapat mengalami tersedak makanan. Tetapi anak berusia di bawah empat tahun berisiko paling tinggi mengalami tersedak.

Karena anak di usia ini belum memiliki gigi geraham untuk mengunyah dan menghaluskan makanan. Balita di usia ini juga masih belajar makan, mengunyah dan menelan.

Respons gagging atau batuk, mau muntah atau muntah berbeda dengan tersedak atau disebut choke. Batuk atau muntah biasanya terjadi saat anak belajar mengunyah makanan. 

Hal ini wajar. Semakin besar, kejadian muntah atau batuk akibat mengunyah akan semakin berkurang karena keterampilan mengunyah membaik. 

Tersedak atau choking adalah tertutupnya saluran pernapasan dan menyebabkan gagal napas, gagal fungsi otak, bahkan dapat berujung pada kematian. Penyebabnya macam-macam, namun kebanyakan tersedak akibat makanan atau mainan. 


(Respons gagging atau batuk, mau muntah atau muntah berbeda dengan tersedak atau disebut choke. Foto: Colin Maynard/Unsplash.com)

(Baca juga: Kapan Si Kecil Bisa Menggenggam dengan Baik?)


Makan lebih aman


Ada beberapa cara agar membuat waktu makan anak lebih aman, seperti diungkap Cyh, yaitu:

1. Jangan memberikan makanan atau minuman kepada anak-anak ketika mereka sedang berlari, bermain, tertawa atau menangis.

2. Ajarkan anak untuk duduk saat makan dan minum.

3. Perhatikan anak saat mereka makan.

4. Jangan pernah memaksa anak untuk makan.

5. Dorong anak-anak untuk makan perlahan dan mengunyah dengan baik.

6. Dorong anak-anak untuk makan sendiri.




(TIN)