Dampak Pernikahan Dini Bagi Perempuan dan Laki-laki

Sri Yanti Nainggolan    •    Kamis, 28 Sep 2017 17:29 WIB
Dampak Pernikahan Dini Bagi Perempuan dan Laki-laki
(Foto: Foxnews)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pernikahan dini membawa banyak dampak pada segala aspek, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga mental.

Fenomena yang marak terjadi baik di pedesaan dan perkotaan ini dapat menimbulkan terputusnya fase remaja. Padahal, fase tersebut adalah momen perkembangan, baik fisik, emosional, kognitif, dan mental. Ketika menikah di usia dini, momen tersebut harus dibebankan dengan tanggung jawab rumah tangga.

"Dampak pertama dari perkawinan anak, yakni membuat anak perempuan berhadapan dengan berbagai persoalan rumah tangga, yang apabila tak bisa dihadapi maka dapat berujung pada perceraian," jelas psikolog Ajeng Raviando dalam diskusi bersama media, Kamis (28/9/2017).

Kedua, bila kelak memiliki anak, pola pengasuhan yang diberikan cenderung kurang matang. Hal ini karena bekal pengetahuan seputar perawatan anak belum banyak.

"Bekal pendidikan mereka yang menikah saat anak-anak cenderung tidak tinggi. Umumnya pengetahuan kurang banyak. Ya, mengurus diri sendiri saja belum bisa, terlebih anak," tambah Ajeng.

Ketiga, mereka yang menikah di bawah usia 18 tahun cenderung belum mampu mengelola emosi dan mengambil keputusan dengan baik lantaran emosi masih belum stabil.

"Kita tak bisa menuntut mereka bersikap dewasa, karena pada dasarnya mereka memang anak-anak."

Terakhir, pernikahan dini bisa memicu gangguan sosial seperti depresi atau rasa cemas karena ketidaksiapan.

"Hal ini bisa terjadi pada anak laki-laki yang kawin. Mereka dituntun untuk mencari nafkah. Memangnya usia anak sudah sanggup?" tukas Ajeng.

Tuntutan sebagai tulang punggung tak hanya berasal dari pasangan, tetapi juga keluarga pasangan yang berpikiran bahwa menantu mereka bisa menafkahi anak perempuan mereka.

"Akibatnya, anak laki-laki menjadi kurang percaya diri karena belum bisa melakukan tugasnya sebagai kepala keluarga, mengingat dia juga belum berpenghasilan," tutup Ajeng.


(DEV)