Tema Khusus Rona

Mengupas Wahyu Wiwoho dari Kulit Terbakar Sampai Hobi Fotografi

Raka Lestari    •    Senin, 03 Dec 2018 13:25 WIB
Wahyu Wiwoho
Mengupas Wahyu Wiwoho dari Kulit Terbakar Sampai Hobi Fotografi
Genap 10 tahun Wahyu Wiwoho terjun di dunia jurnalistik. Yuk, kenal lebih dekat dengan sosok jurnalis yang sempat alami kulit terbakar sinar matahari sampai mengulik hobi fotografinya. (Foto: Dok. Medcom.id/Wijokongko)

Jakarta: Menjadi jurnalis atau wartawan begitu berwarna, ada banyak hal yang dialami dan tentu tidak semua hal itu merupakan sesuatu yang menyenangkan. Begitu pula yang dialami oleh Wahyu Wiwoho, salah satu News Anchor dan Producer di Metro TV.

Berbagai liputan lapangan pernah ia jalani, mulai dari meliput bencana alam seperti meletusnya gunung Merapi pada tahun 2006 lalu, berbagai demo, hingga yang terakhir adalah liputan bencana tsunami di Palu.

Berbagai pengalaman tersebut, tidak menjadi masalah bagi pria berkacamata tersebut karena memang dirinya memiliki passion yang kuat dalam membantu dan mengedukasi banyak orang yang memang merupakan salah satu tugas jurnalis.

Selalu bersikap positif

Banyak hal yang terjadi di kehidupan kita. Dan tentu saja dari perspektif mana kita mengambil pelajarannya. Ini yang menjadi kunci seorang Wahyu Wiwoho.

Salah satu pengalaman yang tidak terlupakan bagi Wahyu adalah ketika dirinya meliput bencana alam gempa di Yogyakarta pada tahun 2006 lalu.

"Pada saat itu Merapi meletus dan saya harus liputan di sana selama kurang lebih dua minggu," ujar Wahyu.

Saat itu ia harus stand by 2 km dari puncak gunung yang sewaktu-waktu bisa mengeluarkan wedhus gembel atau awan panasnya itu dengan kecepatannya 300-400 km/jam dan suhunya sekitar 500 derajat celcius, risikonya besar. "Tetapi ya sudah dinikmatin saja," timpal lelaki berambut unik ini.

"Yang bikin enggak enak pasti kalau di daerah bencana semuanya serba terbatas, tetapi ya sekali lagi itu dinikmati saja" tambahnya lagi.

"Dan alhamdulillah sih tidak ada apa-apa hanya saja memang saat itu kerja di tengah kekhawatiran, baik itu kekhawatiran pribadi maupun kekhawatiran keluarga pasti pressure-nya beda. Dan ketika bisa pulang dengan selamat, justru itulah yang menjadi kebanggaan," kenang Wahyu.


(Menjadi jurnalis atau wartawan begitu berwarna, ada banyak hal yang dialami dan tentu tidak semua hal itu merupakan sesuatu yang menyenangkan. Begitu pula yang dialami oleh Wahyu Wiwoho, salah satu News Anchor dan Producer di Metro TV. Foto: Dok. Medcom.id/Wijokongko)

(Baca juga: 18 Jam Mengudara untuk HUT ke-18 Metro TV)

Sempat alami luka bakar

Salah satu pengalaman yang juga sulit dilupakan adalah pengalaman ketika meliput bencana gempa dan tsunami di Palu beberapa waktu yang lalu.

Selama liputan di sana, Wahyu mengalami sunburn atau luka bakar tingkat dua mengingat cuaca di Palu memang cukup terik karena memang letak wilayahnya yang berdeketan dengan garis ekuator. Hal tersebut terjadi karena dirinya lupa membawa sunblock ketika akan bertugas.

"Biasanya pakai sunblock kalau liburan, tapi karena kemarin mendadak banget sore gempa malam langsung ditugasin ke sana dan dini hari sudah di bandara Halim Perdana Kusumah, kemudian siang hari sudah sampai Palu. Jadi kurang dari 24 jam kita udah di sana dan kondisinya cukup chaos," ucap Wahyu.

"Jangankan sunblock, kita bawa makanan dari sini aja terbatas banget ditambah lagi di sana cuacanya sangat panas bahkan sempat mencapai 40 derajat celcius," tukas Wahyu.

Dan karena selama di Palu wahyu lebih banyak melakukan kegiatan di luar ruangan dan melakukan live report sampai berjam-jam lamanya, Wahyu pun akhirnya mengalami sunburn.

Selain mendapatkan luka bakar, Wahyu juga menceritakan sulitnya melakukan liputan di tempat bencana.

"Yang bikin tidak enak adalah minum aja susah, makan aja susah. Kita tuh di sana harus irit-irit minum dan ada satu hari di mana kita liputan jam 6 pagi, hanya sempat makan telur rebus dua butir dan minumnya pun hanya air botol berukuran 500 ml yang harus cukup sampai sore padahal itu di outdoor panas banget dan baru ketemu makanan lagi jam 12 malam," kenang Wahyu.

Meskipun banyak kesulitan yang dialami, selama delapan hari berada di Palu tidaklah menjadi masalah baginya karena apa yang ia rasakan selama meliput bencana tersebut tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan warga Palu yang menjadi korban bencana tersebut, di mana mereka harus kehilangan tempat tinggal, harta, dan bahkan sanak saudara mereka.

"Kesusahan yang kita alami tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan mereka yang harus kehilangan tempat tinggal, kehilangan keluarga. Sedangkan kita hanya susah makan susah minum, udah itu saja."


(Walau pernah mengalami sunburn ketika sedang bertugas, namun Wahyu tak pernah patah semangat untuk tetap menjadi jurnalis dan melakukan yang terbaik. Foto: Dok. Medcom.id/Wijokongko)

Hobi fotografi

Selain menjadi pembawa acara di beberapa program di Metro TV, Wahyu juga memiliki hobi fotografi meskipun memang akhir-akhir ini dirinya mengaku sudah cukup jarang melakukan hobinya tersebut.

"Jujur kalau sekarang sudah agak jarang ya karena sekarang di program pagi, biasanya kalau sudah tidak ada apa-apa langsung pulang ke rumah dan langsung tidur."

"Sekarang sih lebih banyaknya foto portrait, foto keluarga, anaklah objeknya atau siapa saja yang ada di rumah. Kalau dulu masih sering hunting misalnya pada saat weekend meskipun memang tidak terlalu sering juga sih, paling beberapa bulan sekali sama teman-teman kayak jalan atau ngobrol-ngobrol misalnya ke Glodok, Bogor, segala macam," ujar Wahyu.

"Memang tidak terlalu dikhususin harus jalan sih. Jadi hobinya buat senang-senang saja dan bukan yang diseriusin banget. Tidak harus wajib setiap minggu pergi hunting atau pergi ke mana," tambahnya.

Dan memang untuk beberapa tahun terakhir ini, Wahyu mengakui bahwa lebih sering memotret anak-anaknya atau ketika memang sedang berlibur barulah dirinya menyalurkan hobi fotografinya tersebut.


(Salah satu pengalaman yang tidak terlupakan bagi Wahyu adalah ketika dirinya meliput bencana alam gempa di Yogyakarta pada tahun 2006 lalu dan Palu 2018. Foto: Dok. Medcom.id/Wijokongko)

Tips menjaga tubuh ala Wahyu Wiwoho

Dalam menjaga kebugaran tubuh di tengah berbagai aktivitasnya yang cukup padat, Wahyu mengaku bahwa dirinya memang menjaganya dengan melakukan olahraga dan mengonsumsi sayur dan buah.

"Biasanya saya melakukan jogging sih, meskipun memang cukup jarang. Jogging dan renang sih yang biasanya harus disempetin. Kalau berenang itu biasanya bersama anak-anak."

Sedangkan untuk makanan, Wahyu selalu mengusahakan agar dirinya mengonsumsi sayur dan buah setiap harinya.

"Untuk makanan, tidak ada pantangan hanya memang setiap hari diusahain selalu harus ada sayur dan buah itu aja. Tapi selebihnya makan apa aja. Dan kalau untuk makanan favorit adalah makanan Japanese."

Makanan terfavoritnya lelaki yang ramah ini adalah sushi dan sashimi. Ia bahkan dulu pernah mencoba buat sendiri langsung setelah membeli dari nelayan.

"Waktu itu lagi di Pelabuhan Ratu atau Anyer gitu ya, belilah di situ ikan udang dan makanan laut lainnya. Kemudian sambil nunggu mau dimasak coba-coba dimakan mentah terus dimakan pakai kecap, ternyata rasanya lumayan enak sih," tawanya lelaki yang coba jadi chef dadakan ini.

Baginya mencoba hal baru seperti itu tak ada salahnya. "Rasaya sama aja sih yang penting kan fresh walaupun bukan salmon ya dan rasanya cukup mirip, segarnya juga cukup mirip," ujarnya sambil tertawa.


(TIN)