Tingkat Kekayaan Pengaruhi Sifat Dermawan Seseorang

Sri Yanti Nainggolan    •    Sabtu, 30 Jun 2018 11:58 WIB
survei
Tingkat Kekayaan Pengaruhi Sifat Dermawan Seseorang
(Foto: Independent)

Jakarta: Sebuah peneliatian menemukan bahwa orang dengan keuangan lebih kecil cenderung lebih dermawan.

Sebuah penelitian dari Queen Mary University of London melakukan eksperimen untuk melihat bagaimana tingkat kekayaan dapat memengaruhi sifat dermawan seseorang.

Para partisipan dikategorikan dalam status lebih tinggi atau status lebih rendah, berdasarkan jumlah uang yang diberikan oleh para peneliti.

Selama eksperimen, para partisipan harus menentukan seberapa banyak uang yang mereka ingin simpan sendiri dan berapa banyak mereka ingin berikan pada kotak kelompok untuk dibagikan dengan orang lain.

Studi yang dipublikasikan dalam Basic and Applied Social Psychology tersebut menemukan bahwa mereka yang diklasifikasikan dalam status rendah cenderung meletakkan uang di kotak kelompok dibandingkan kelompok satu lagi.

Selanjutnya, individu pada kelompok status tinggi yang telah memperoleh uang mereka melalui usaha mereka sendiri cenderung lebih rendah untuk menampilkan sifat murah hati mereka.

"Untuk individu dengan status tinggi, cara di mana kekayaan dicapai, apakah melalui kesempatan atau usaha, tampaknya menjadi faktor kunci yang menentukan tingkat kerjasama," kata penulis utama Dr Magda Osman, seorang pembaca dalam psikologi eksperimental di Queen Mary's Sekolah Ilmu Biologi dan Kimia, seperti dilansir Independent.

Namun, menurutnya, bagaimana individu bisa sampai pada status rendah tidak membuat perbedaan pada perilaku mereka dalam permainan tersebut.

Dia menjelaskan bahwa ketika mereka yang telah mendapatkan kekayaan melalui usaha mereka sendiri memiliki kemungkinan lebih besar untuk mempertahankannya sendiri, mereka yang berstatus lebih rendah lebih mungkin bekerja dengan orang lain untuk meningkatkan kekayaan mereka.

"Ketika Anda memiliki status terbatas, satu cara strategis yang jelas untuk meningkatkannya, adalah melalui kerja sama," katanya.

"Intinya di sini adalah bahwa bahkan jika seseorang bertindak secara kooperatif, tidak ada alasan untuk berpikir bahwa ini murni karena alasan altruis."

Salah satu kunci yang diambil dari eksperimen ini adalah bahwa mereka yang berstatus lebih rendah bersedia mengambil risiko yang jauh lebih besar dengan memasukkan uang ke dalam kotak kelompok, karena mereka tidak yakin orang lain akan melakukan hal yang sama.

Selain itu, para peneliti juga mencatat bahwa empati memiliki dampak yang sangat kecil pada keputusan peserta selama penelitian.

"Temuan mengejutkan lainnya adalah bahwa empati tidak memiliki pengaruh dalam mempromosikan perilaku pro-sosial, dengan kata lain menyumbang uang untuk kotak kelompok," katanya.

"Apa yang kami tunjukkan adalah ketika uang penting, empati hampir tidak berperan dalam meningkatkan perilaku pro-sosial."

 


(DEV)