Musim Panas, Ngengat Senang Berkembang Biak dalam Pakaian

Sri Yanti Nainggolan    •    Sabtu, 23 Jun 2018 13:51 WIB
keluargapakaian bekas
Musim Panas, Ngengat Senang Berkembang Biak dalam Pakaian
Musim Panas, Ngengat Senang Berkembang Biak dalam Pakaian (Foto: gettyimages)

Jakarta: Suhu lingkungan tak hanya berpengaruh pada kesehatan manusia, tetapi juga bagaimana epidemi serangga yang bisa menempel pada pakaian saat dicuci.

Sebuah survei yang melibatkan 2.006 konsumen perusahaan pemberantas hama Rentokil mencari tahu bagaimana suhu dalam mesin cuci berkaitan dengan epidemi ngengat.

Hasilnya menunjukkan bahwa 54 persen konsumen mencuci pakaian pada suhu 30 derajat Celcius, suhu ini lebih tinggi daripada suhu normal lima tahun lalu.

Ketika mesin cuci diatur pada suhu lebih rendah, maka kesempatan ngengat untuk bertahan hidup, dibandingkan suhu lebih tinggi.

Namun, tak hanya suhu dalam cucian yang memengaruhi perkembangbiakan merajalela dari serangga tersebut.

Kualitas pakaian juga berperan di mana ngengat cenderung tertarik dengan bahan dengan protein alami bernama keratin. Biasanya, bahan tersebut terdapat pada pakaian dengan harga lebih tinggi seperti wol, sutra dan bulu. Sebanyak 59 persen partisipan mengaku lebih memilih membeli pakaian berkualitas tinggi agar tahan lama.

Namun, di satu sisi, keratin protein termasuk makanan favorit ngengat.

"Suhu musim panas yang sangat hangat dan awal musim panas telah membantu menciptakan kondisi yang sempurna bagi ngengat untuk berkembang biak dan berpotensi berkembang di rumah tangga Inggris," kata David Cross, kepala akademi pelatihan teknis di Rentokil Pest Control.

"Dengan musim kawin yang panjang, pakaian dan perabotan lembut di rumah-rumah bisa meningkatkan risiko kerusakan yang disebabkan oleh larva ngengat pada serat alami pada pakaian."

Menurut penelitian tersebut, sekitar 6,8 juta orang Inggris telah memiliki barang-barang pakaian dan perabotan yang dirusak oleh ngengat di rumah mereka, dengan baju switer adalah barang yang paling sering rusak.

"Ngengat pakaian suka serat alami dan sulit dihilangkan, terutama larva, " jelas Paul Bates, direktur pengelola perusahaan pengendalian hama Cleankill.

"Setelah menetas, mereka memutar tabung kecil, sutra, menggunakan serat dari bulu, wol dan bahkan terasa di dalam piano.

"Di ruang loteng, mereka berkembang lewat pakaian dan karpet tua."



(ELG)