Kiat Meminimalisir Risiko Anak Tenggelam saat Berenang

Torie Natalova    •    Sabtu, 29 Sep 2018 09:00 WIB
tumbuh kembang anaktips keluarga
Kiat Meminimalisir Risiko Anak Tenggelam saat Berenang
Panduan Meminimalisir Bahaya saat Mengajarkan Anak Berenang (Foto: ist)

Jakarta: Berenang bisa jadi kegiatan yang seru bersama anak-anak. Tapi, perlu diketahui bahwa tenggelam adalah penyebab utama kematian tidak disengaja di antara anak-anak, terutama anak usia satu hingga empat tahun menurut CDC.

Sebagai orang tua, Anda harus memiliki keyakinan diri tentang pada usia berapa seorang anak harus belajar berenang dan teknik apa yang harus digunakan. Direktur Eksekutif USSSA Sue Mackie memiliki beberapa panduan untuk meminimalisir risiko ketika orang tua mengajarkan anaknya untuk berenang.

1. Membuat arahan yang benar sebelum masuk kolam
Buatlah sebuah proses untuk anak sebelum mereka masuk ke kolam renang. Misalnya, dengan memakai baju renang dahulu dan menggunakan tabir surya. Sehingga, mereka memiliki rutinitas bahwa kolam tidak bisa langsung dimasuki kapanpun dan ini menghindari mereka mencoba berenang tanpa Anda sadari.

2. Jangan biarkan anak Anda yang memutuskan kapan harus masuk kolam
Buat isyarat verbal untuk anak Anda sebelum waktunya dia bisa masuk ke kolam ini. Dia akan belajar bahwa masuk ke kolam renang harus atas izin orang tuanya.

3. Jangan selalu ajari anak pakai kacamata renang
Ajarkan mereka untuk membuka mata ketika di bawah air. Sehingga, jika jatuh mereka dapat membuka mata dan dapat melangkah atau meninggalkan kolam dengan aman.

4. Jangan biarkan rasa takut Anda membuat mereka tidak belajar renang
Jangan biarkan rasa panik atau takut "menular" pada anak ketika mereka masuk atau menyelam ke dalam kolam renang. Untuk anak yang masih kecil, ajari anak untuk berlatih dengan muka menghadap air. Tentu saja, selalu jaga anak-anak dengan pengawasan Anda.



 


(ELG)