Bisakah Orang Tua dengan Masa Kecil Suram Membahagiakan Anak Kelak?

Sri Yanti Nainggolan    •    Jumat, 27 Jul 2018 18:34 WIB
keluargapsikologi
Bisakah Orang Tua dengan Masa Kecil Suram Membahagiakan Anak Kelak?
"Orang tua perlu merasa tetap bahagia, berusaha tegar, di depan anak agar ikut bahagia," saran psikolog Elizabeth Santoso. (Foto: Liana Mikah/Unsplash.com)

Jakarta: Beberapa orang tua ingin membesarkan anak sesuai dengan cara mereka dibesarkan karena ingin mengulang momen-momen bahagia tersebut.

Lalu bagaimana dengan mereka yang memiliki masa kecil tak bahagia, bisakah mereka menciptakan kenangan masa kecil bahagia pada buah hati mereka kelak?

"Tergantung persepsi orang tersebut, bagaimana ia berkembang saat remaja atau mendapatkan pasangan, serta ciri pembawaan karakter berpengaruh," jawab psikolog Elizabeth Santoso dalam konferensi pers Nestlé LACTOGROW Grow Happy, Jumat 27 Juli 2018.

Ia menambahkan, ada tipikal orang yang memang sulit merasa bahagia. Untuk kasus tersebut, lingkungan tak bisa disalahkan.

(Baca juga: Kebahagiaan Ibu Pengaruhi Kebahagiaan Anak)


(Orang dewasa yang bahagia umumnya memiliki masa kecil yang bahagia. Namun, bukan berarti masa kecil yang tak bahagia menghalangi kebahagiaan di masa depan. Foto: Katie Emslie/Unsplash.com)

Menurut wanita yang biasa dipanggil Lizzy tersebut, kebahagiaan adalah kerja keras. Seseorang berusaha mewujudkan kebahagiaan dengan usaha yang berbeda satu sama lain.

Hal tersebut juga berlaku dalam berkeluarga, ketika orang tua ingin melihat buah hati bahagia dalam menjalani masa kanak-kanak.

"Orang tua perlu merasa tetap bahagia, berusaha tegar, di depan anak agar ikut bahagia," saran Lizzy.

Orang dewasa yang bahagia umumnya memiliki masa kecil yang bahagia. Namun, bukan berarti masa kecil yang tak bahagia menghalangi kebahagiaan di masa depan.




(TIN)