Rasa Cemburu Bisa Memperkuat Hubungan Jarak Jauh

Sri Yanti Nainggolan    •    Minggu, 22 Oct 2017 07:43 WIB
keluarga
Rasa Cemburu Bisa Memperkuat Hubungan Jarak Jauh
(Foto: Pinterest)

Metrotvnews.com, Jakarta: Sebuah studi menemukan bahwa rasa cemburu berperang penting dalam mempertahankan hubungan jarak jauh.

Studi yang dipublikasikan secara daring dalam Frontiers in Ecology and Evolution tersebut menggunakan hewan primata sebagai model untuk mengidentifikasi asal kecemburuan di otak dengan memilih pasangan monyet Titi yang hanya memiliki satu pasangan seumur hidup.

Para peneliti memindai otak monyet jantan yang cemburu melihat pasangan mereka bersama monyet jantan lain. Selain itu, para peneliti juga memindai otak monyet jantan yang tak memiliki pasangan karena tipikal ini juga masih melakukan interaksi pada hewan jantan.

Pemindaian dan tes darah bertujuan untuk melihat adanya perubahan hormon dan melihat efek biologis dari rasa cemburu. Hasilnya, monyet yang cemburu memiliki lebih banyak aktivitas dalam bagian korteks cingulate, area otak yang terkait dengan rasa sakit sosial pada manusia (seperti satu-satunya orang yang tidak diundang ke pesta menginap yang sangat keren). Selain itu, ada juga peningkatan aktivitas di septum lateral, area otak yang diyakini berperan dalam proses emosional dan respons stres.

"Studi sebelumnya mengidentifikasi septum lateral yang terlibat dalam pembentukan ikatan pasangan pada primata. Penelitian kami menunjukkan bahwa pada monyet titi, wilayah otak ini juga berperan dalam menjaga ikatan pasangan," kata pemimpin peneliti Karen Bales dari University of California.

Monyet jantan yang cemburu juga mengalami lonjakan kadar hormon testosteron dan kortisol, hormon seks pria dan hormon stres.

Para peneliti percaya bahwa temuan tersebut relevan bagi manusia, yang otaknya, bertindak sangat mirip dengan monyet asal Amerika Selatan tersebut. Memahami apa yang dilakukan rasa cemburu pada otak kita memberi pandangan dalam menjalin hubungan. Bales percaya bahwa hal tersebut itu bisa membantu menjelaskan mengapa kita bertahan pada satu orang.

"Neurobiologi dari ikatan pasangan sangat penting untuk memahami bagaimana monogami berkembang dan bagaimana cara mempertahankannya sebagai sistem sosial," kata Bales.

Keterikatan dengan pasangan berhubungan dengan area otak yang terkoneksi dengan ingatan sosial dan penghargaan. Rasa cemburu yang juga terhubung dengan wilayah tersebut dapat membantu memperkuat ikatan.

Beberapa perilaku yang menunjukkan kecemburuan seperti menjauhkan pasangan dari orang asing, menggenggam tangan di tempat umum, dan memeringatkan saingan lain adalah cara evolusi untuk mempertahankan hubungan.




(DEV)