Mengakui Kesedihan Membuat Tekanan dalam Diri Berkurang

Sri Yanti Nainggolan    •    Sabtu, 19 Aug 2017 14:35 WIB
psikologistres
Mengakui Kesedihan Membuat Tekanan dalam Diri Berkurang
Mengakui Kesedihan Membuat Tekanan dalam Diri Berkurang (Foto: pixabay)

Metrotvnews.com, Jakarta: Jika Anda merasa sedih, cara terbaik untuk mencegah lebih banyak tekanan adalah dengan menerima emosi tersebut. Sebuah studi mengungkapkan bahwa melawan kesedihan hanya akan membuat diri Anda merasa semakin buruk.

"Kami melihat bahwa orang yang terbiasa menerima emosi negatif tersebut mengalami emosi negatif yang  lebih sedikit, sehingga memiliki kesehatan psikologi yang lebih baik," ujar penulis studi Iris Mauss dari UC Berkeley.

Studi yang dipublikasikan dalam Journal of Personality and Social Psychology tersebut melakukan tiga percobaan untuk menganalisa hubungan antara penerimaan emosi dan kesehatan psikologis.

Percobaan pertama melibatkan sekitar seribu orang dewasa yang menjelaskan apa yang mereka rasakan ketika mendengarkan pernyataan seperti, 'Saya memberitahu diri saya bahwa saya tak seharusnya merasakan apa yang sedang saya rasakan saat ini.'

Hasilnya, partisipan yang terbiasa menerima emosi negatif mereka memiliki tingkat kesejahteraan yang lebih baik dibandingkan mereka yang tidak.

Kemudian, sekitar 150 partisipan diminta terlibat dalam proses aplikasi pekerjaan tiruan. Setelah dua menit persiapan, mereka mengirimkan rekaman video berdurasi tiga menit yang berisikan pidato pada para juri. Mereka diminta mengungkapkan bagaimana perasaan mereka. Seperti perkiraan para peneliti, kelompok yang cenderung menghindari perasaan negatif mengalami lebih banyak tekanan daripada partisipan yang menerima perasaan tersebut.

Terakhir, lebih dari 200 orang dewasa diminta untuk menulis jurnal tentang apa yang mereka rasakan saat mengalami masa paling sulit selama dua minggu. Setelah enam bulan kemudian, para partisipan melakukan tes kesehatan psikologis. Hasilnya menunjukkan bahwa mereka yang menghindari melaporkan kesedihan yang dirasakan ternyata merasakan kesedihan yang lebih banyak dibandingkan kelompok sebaliknya.

"Mungkin, jika Anda menerima emosi negatif, Anda tak akan memberikan banyak perhatian pada hal tersebut. Dan mungkin, jika Anda secara konstan mengkritik emosi yang Anda rasakan, negativitas akan menumpuk," ujar Mauss.

Para peneliti mengakui bahwa memiliki gaya hidup yang lebih makmur mungkin akan lebih mudah untuk memiliki sikap menerima. Oleh karena itu, mereka memperhitungkan status sosio-ekonomi dan tekanan utama yang mungkin bisa mendistorsi hasil percobaan.


(ELG)