Afeksi Orang Tua Memengaruhi Seseorang dalam Memilih Pasangan

   •    Selasa, 25 Jul 2017 16:15 WIB
romansa
Afeksi Orang Tua Memengaruhi Seseorang dalam Memilih Pasangan
Ilustrasi. (Metrotvnews.com)

Metrotvnews.com, Jakarta: Psikolog Seksual Zoya Amirin mengatakan jarak usia ideal laki-laki dan perempuan yang hendak mengikat hubungan ke jenjang pernikahan umumnya berada di bawah 14 tahun. Menurutnya, seseorang yang menyukai pasangan dengan rentang usia tertentu kemungkinan dipengaruhi oleh afeksi yang diberikan orang tua.

Paling tidak, kata dia, teori Sigmund Freud tentang Oedipus Complex dan Electra Complex yang dikemukakan Carl Jung dapat menjelaskan bahwa terkadang anak perempuan jatuh cinta pada ayahnya dan anak laki-laki yang jatuh cinta pada ibunya, namun bukan secara erotis.

"Kedua teori ini menjelaskan kerumitan antara hubungan orang tua dan anak. Terlalu banyak memberikan afeksi atau justru kurang?" kata Zoya, dalam Metro Plus, Selasa 25 Juli 2017.

Seorang ayah atau ibu yang kurang memberikan kasih sayang akan menyebabkan anak mencari figur ayah atau ibu dari orang lain. Tak jarang hal ini juga memengaruhi seseorang dalam memilih pasangan. 

Baca juga: Pernikahan Beda Usia dari Sisi Psikologis

Begitu pula ketika ayah atau ibu terlalu banyak memberikan afeksi. Orang akan mencari pasangan yang sama dengan orang tuanya untuk mendapatkan afeksi yang sama. 

"Tapi masalahnya manusia kan beda, ini yang harus disadari individu. Betul kita punya kebutuhan tapi manusia tidak sempurna. Ketidaksempurnaan ini, kebutuhan-kebutuhan ini kalau kita sadari akan membantu penyesuaian kita membina hubungan rumah tangga," katanya.

Zoya mengatakan hal yang paling mudah untuk membuat seseorang sadar adalah pola saat memilih pasangan. Apakah menyukai mereka yang lebih tua atau muda. Seseorang harus mengakui apa yang dicari dari pasangan, terpenuhi kah kebutuhan-kebutuhan itu?

"Kalau dia menyadari, dia akan tahu bagaimana berbahagia bersama. Tetapi yang paling penting adalah harus melihat pasangan sebagai individu yang baru bukan sebagai pengganti ibu atau ayah," jelasnya.




(MEL)