Pro-Kontra Mengunggah Foto Si Kecil di Media Sosial

Sri Yanti Nainggolan    •    Jumat, 04 Aug 2017 19:57 WIB
keluargapsikologi anak
Pro-Kontra Mengunggah Foto Si Kecil di Media Sosial
Pro-Kontra Mengunggah Foto Si Kecil di Media Sosial (Foto: istock)

Metrotvnews.com, Jakarta: Sebuah badan amal untuk anak-anak NSPCC memperingatkan orang tua untuk berpikir dua kali sebelum mengunggah foto anak mereka di media sosial.

Dalam sebuah studi yang melaporkan bahwa satu dari lima orang tua mengunggah foto anak mereka minimal satu kali sebulan. Para peneliti berfokus pada keamanan anak.

Seorang juru bicara dalam penelitian tersebut menjelaskan bahwa bahaya dari menciptakan jejak digital anak pada usia dini dan menekankan pentingnya meminta izin pada anak sebelum mengunggah gambar atau video secara daring.

"Untuk setiap anak kecil, pikirkan apakah mereka akan senang Anda mengunggah foto tersebut atau membuat mereka malu. Jika Anda ragu, lebih baik tak mengunggahnya," tukasnya.

Lebih dari setengah responden berjumlah seribu orang tua yang disurvei YouGov mengklaim bahwa mereka menghindari mengunggah foto-foto tersebut.

Sekitar 87 persen dari mereka merasa kehidupan anak mereka seharusnya bersifat pribadi sementara 38 persen menjelaskan bahwa anak mereka tak ingin terlihat di foto profil orang tua.

"Saya menghindari mengunggah foto anak saya di media sosial. Saya tak punya Facebook. Meskipun terlihat menyenangkan, ketika Anda mengunggah foto, Anda tak bisa mengontrolnya lagi," tukas Justine Roberts, pendiri dan CEO dari Mumsnet.

Ibu beranak empat tersebut memberi contoh, "Apa yang anak saya rasakan bila mengetahui temannya melihat foto zaman kecilnya? Jika foto dengan pose lucu, tak masalah. Namun jika foto saat ia mandi, tentunya hal itu membuatnya tak nyaman."

Sementara itu, bagi para partisipan yang membagikan foto anak mereka di media sosial, sekitar 80 persen mengaku memilah siapa saja yang bisa melihatnya.

Sebanyak 52 persen dari mereka juga percaya bahwa anak mereka akan setuju bila orang tua membagikan foto dan video mereka secara daring, dimana 15 persen diantaranya cukup peduli dengan apa yang akan dipikirkan si kecil ketika beranjak besar.


(ELG)