Benarkah Upaya Percobaan Bunuh Diri pada Generasi Millennial Meningkat?

Raka Lestari    •    Jumat, 15 Sep 2017 14:25 WIB
psikologi
Benarkah Upaya Percobaan Bunuh Diri pada Generasi Millennial Meningkat?
Generasi Millennial disebut memiliki banyak teman namun tidak memiliki ikatan emosional yang kurang dalam. (Foto: Andrew Neel/Unsplash.com)

Metrotvnews.com, Jakarta: Sebuah studi baru-baru ini mengatakan bahwa upaya bunuh diri yang dilakukan dewasa muda yang berumur 21-34 tahun telah meningkat secara signifikan.

Pada orang-orang yang berusia 21 tahun keatas, usaha percobaan bunuh diri meningkat secara signifikan menjadi 21,5 persen dari tahun 2004 sampai 2013. Orang dewasa muda dengan tingkat pendidikan rendah berisiko tinggi melakukan upaya bunuh diri.



Kematian yang disebabkan akibat bunuh diri juga meningkat, namun tidak terlalu drastis kenaikannya seperti kenaikan upaya percobaan bunuh diri yang meningkat secara drastis.

Peneliti dari Columbia University, Amerika Serikat berasumsi bahwa ketidakstabilan ekonomi dan karier mungkin menyebabkan lebih banyak dewasa muda yang mencoba ingin bunuh diri dibandingkan sebelumnya.

(Baca juga: Alasan Orang yang Depresi Enggan Menceritakan Masalahnya)

"Hal inilah yang dialami generasi millennial yang menghadapi transisi perpindahan dari generasi sebelumnya, terutama saat mereka sudah menjadi pekerja," kata Paul Lavella Jr, seorang penasihat kesehatan.



Resesi ekonomi juga mungkin menjadi salah satu penyebab utama terjadinya hal ini. Faktor-faktor seperti pendapatan keluarga dan tingkat pendidikan yang rendah menyebabkan tekanan psikologis dan meningkatkan kemungkinan bahwa orang dewasa muda akan mencoba bunuh diri.

Para dewasa muda yang umumnya merupakan generasi millennial ini kemungkinan memiliki cara bersosialisasi yang berbeda dengan generasi sebelumnya yaitu melalui media sosial dan internet. Mereka memiliki ketergantungan terhadap teknologi. Mereka memiliki banyak teman namun tidak memiliki ikatan emosional yang kurang dalam. Hal inilah yang menyebabkan mereka sering berpikir untuk melakukan percobaan bunuh diri.











(TIN)