Tema Khusus Rona

Bertemu Erica, Disjoki Cilik Asal Ghana

Dhaifurrakhman Abas    •    Kamis, 03 Jan 2019 13:28 WIB
kisah inspiratif
Bertemu Erica, Disjoki Cilik Asal Ghana
Erica Tandoh namanya. Namun racikan musiknya tak disepelekan. Dialah DJ terkecil yang sudah sukses membangun kariernya dan tak lupa sekolahnya yang masih jalan terus. Cita-citanya menjadi ginekolog, agar bisa membantu para wanita. (Foto: Courtesy of Ghafl

Jakarta: Seperti biasa, cuaca siang itu di Ghana, Afrika Barat, masih saja terik. Tapi tak menyurutkan semangat masyarakat sekitar dalam melakukan aktivitas keseharian.

Sebagian terlihat sibuk berjalan kaki sambil membawa barang-barang untuk keperluan dapur. Sebagian lagi sedang fokus mengemudikan kendaraannya dengan hati-hati di jalan raya.

Tetiba suara teriakan lantang memecah suasana terdengar dari kejauhan. Dekat sebuah ladang tandus, mirip lapangan sepak bola yang sudah tak lagi berumput.

"Semuanya! Saya akan membuat Anda senang-senang dengan cara magis," teriak seorang perempuan cilik dari atas panggung.

Bocah perempuan itu bernama Erica Tandoh, berumur 10 tahun. Di lapangan tandus itu ia mendirikan panggung kecil sederhana yang terbuat dari terpal. Panggung juga dilengkapi meja dan beberapa batu-batu.

Di atas meja tersebut, Erica menyiapkan beberapa alat pengeras suara dan mikrofon yang dia gunakan untuk berteriak ke arah kerumunan. Juga beberapa controller komplit dengan beragam perlengkapan musik DJ.

"Lupakan semua keresahanmu. Ayo kita berpesta!" ucapnya sambil mulai memainkan musik disko dengan ketukan ala Ghana.

Ramuan musik yang dia mainkan rupanya memantik perhatian publik. Sejurus kemudian, area panggung sederhana itu langsung disesasaki ratusan orang dewasa.

Lamat-lamat para penonton spontan bernyanyi dan berjoget sambil menikmati lagu yang dimainkan Erica. Lalu beberapa pria terlihat kegirangan dan melontarkan teriakan balasan ke arah panggung.

"DJ Switch!" teriak mereka.

(Baca juga: Vicky Nitinegoro Nikmati Profesi DJ)



(Bocah perempuan itu bernama Erica Tandoh, berumur 10 tahun. DJ termuda asal Ghana. Foto: Courtesy of Billboard)

Menjadi disjoki

Di atas panggung itu, Erica lebih tenar dengan panggilan DJ Switch. Katanya, nama itu dia bikin karena sesuai dengan kapasitasnya sebagai seorang disjoki. Bertugas membikin orang-orang menjadi lebih happy.

"Karena saya mengalihkan (switch) orang-orang menjadi lebih bahagia ketika nge-DJ," ucapnya saat diwawancara BBC.

Erica mulai merintis hobi menjadi disjoki cilik sejak berumur sembilan tahun. Saat masih berada di bangku sekolah dasar. Dari situ, tangannya mulai usil mengutak-atik alat musik DJ.

Rupanya kariernya cukup meroket satu tahun kemudian. Dia mulai diundang ke acara-acara lokal untuk menghibur warga sekitar. Popularitas pun mulai menghampiri kehidupannya.

Meski mulai populer, Erica tak pongah. Ia masih bernafsu melanjutkan sekolah hingga tuntas dan meraih cita-cita. Erica tidak mau melepas gelar dari sekolah hanya karena godaan popularitas begitu saja.

"Karena saya bercita-cita jadi ahli ginekologi. Ingin bantu perempuan Afrika," katanya.

Lagipula hobinya nge-DJ tak mengganggu jadwalnya bersekolah.

Malahan dia mendapat dukungan penuh dari pihak sekolah dan juga teman-temannya dalam menjalani hidup sebagai disjoki cilik.

"Nge-DJ sambil bersekolah tidak sulit juga, sih. Yang saya butuhkan hanya kemauan belajar dan menjaga sikap," imbuh Erica.

Erica juga bilang sekolah menginspirasinya dalam menciptakan irama musik disko. Metode pelajaran di sana juga turut membantunya meningkatkan kemampuannya dalam memainkan berbagai jenis alat musik.

"Saya suka sekolah, sangat menyenangkan. Karena saya bisa aktif menari, memainkan alat musik piano, trompet dan drum dari tradisi budaya saya," ungkapnya.


("Nge-DJ sambil bersekolah tidak sulit juga, sih. Yang saya butuhkan hanya kemauan belajar dan menjaga sikap," imbuh Erica. Foto: Courtesy of YouTube DJ Switch Ghana)

Dukungan keluarga

Tapi, tak ada satu orang pun yang bisa mengalahkan dukungan yang ia dapatkan dari sang ibu. Erica bilang, ibunya merupakan orang di balik kesuksesannya menggapai popularitas. Ibunya pula yang membantunya menciptakan nada-nada hingga menjadi sebuah single lagu.

Lagu pertama yang ia bikin berjudul Deceiver. Dalam video yang sudah disaksikan hingga dua ratusan ribu itu, Erica bernyanyi secara rap. Sementara sang ibu turut andil bernyanyi dengan merdu.

"Ini menyenangkan melihat cara ibu saya bernyanyi. Ini bentuk dukungan dari seorang ibu terhadap profesi saya sebagai DJ cilik," katanya dengan bangga.

Meski sudah menelurkan sebuah lagu, Erica mengaku tak lantas puas begitu saja. Dia ingin sekali menggemparkan panggung internasional dengan lagu-lagu ciptaannya.

"Saya ingin bertemu beberapa bintang seperti Beyonce, Rihanna, DJ Khaled. Dan saya ingin tampil dalam platform internasional," tandasnya.




(TIN)