Kenali Kepintaran Anak Lewat Bercerita

Sri Yanti Nainggolan    •    Kamis, 03 Nov 2016 18:08 WIB
anak-anak
Kenali Kepintaran Anak Lewat Bercerita
(Foto: Wisdom Times)

Metrotvnews.com, Jakarta: Menurut pakar Multiple Intelligence, ada delapan jenis kepintaran dimana dibutuhkan stimulasi untuk mengembangkannya sejak kecil.

Namun, sebelum sampai pada tahap tersebut, orangtua terlebih dahulu harus mengetahui potensi apa yang dimiliki sang anak. Bagaimanakah cara mengetahuinya?

Dr Thomas Amstrong, pakar Multiple Intellegence dari Amerika Serikat menjelaskan bahwa salah satu caranya adalah dengan mendongeng kepada anak.

"Di Amerika, ada sebuah buku yang sangat terkenal, yaitu Sleep Book karangan Sr. Seuss yang bisa menunjukkan dimana ketertarikan anak dari delapan faktor tersebut secara garis besar," ujarnya dalam workshop Stimulasi Personal adalah Kunci untuk Mengoptimalkan si Kecil, Kamis (3/11/2016).

Buku tersebut, melalui gambar dan penggunaan bahasa, dapat memberikan orang tua pencerahan terkait kepintaran yang dimiliki anak dengan cara melihat ketertarikan anak pada bagian tertentu.

Pertama, dalam hal kepintaran kata. Jika anak senang mendengarkan kata-kata yang terdengar unik saat orang tua mendongeng, bisa jadi anak memiliki kepintaran dalam bidang kosakata.

"Cobalah pembacaan dengan cara yang tak biasa. Atau lakukan permainan kata dengan anak jika ia menunjukkan sinyal ketertarikan. Gunakan intonasi agar lebih seru," saran Dr. Amstrong.

Kedua, kepintaran angka. Terdapat cerita tentang tukang tidur dalam buku anak-anak tersebut. Orang tua bisa melihat apakah anak tertarik dengan angka dengan cara berhitung jumlah tukang tidur atau hal-hal lain bersama-sama. Jika anak tampak fokus, kemungkinan ia memiki bakat di bidang hitung menghitung.

Ketiga, kepandaian gambar. Layaknya buku anak-anak Sleep Book tentunya, menyajikan banyak tampilan visual dalam bentuk gambar. Bila anak senang memerhatikan gambar yang terkesan rumit dan ia menikmati setiap detail, maka bukan tak mungkin bakatnya ada di bidang gambar.

Keempat, kepintaran musik. Selain bermain intonasi, orang tua bisa ikut mendendangkan setiap kata yang keluar dari mulut saat membacakan cerita yang ada di dalam buku. Anak yang memiliki kepintaran di bagian seni ini akan lebih bersemangat mendengarkan, dan bahkan mengikuti alunan nada yang orang tua berikan saat membaca.

Kelima, kepintaran tubuh. Maksudnya di sini adalah bagaimana anak dengan luwes bisa menirukan gerakan tanpa kesulitan. Misalnya mimik wajah para tokoh dalam buku tersebut. Anak yang bersemangat ketika diminta menunjukkan ekspresi tokoh cerita memberi indikasi bahwa anak senang melakukannya.

Keenam, kepintaran alam. Menjaga kelestarian alam dan mengetahui bagaimana kehidupan makhluk hidup, baik secara umum maupun spesifik.

Ketujuh, disebut people smart. Ini adalah kepintaran secara sosial dimana untuk melihat adanya bakat ini pada anak, orang tua harus melibatkan orang lain untuk bisa nelihat apakah anaknya memiliki kepedulian dan memelakukan orang lain dengan baik.

Misalnya, praktekkan salah satu adegan dalam buku dan lihat bagaimana ia merespons orang di sekitarnya.

Terakhir, kepintaran diri sendiri atau self smart. Saat mendongeng pada anak, kaitkan kisah atau pengalaman tokoh dengan pengalaman pribadi anak. Bila anak bisa menceritakannya, maka itu berarti anak memiliki bakat dalam hal mengenal dirinya sendiri dengan baik.


(DEV)