Penelitian: Orang Tua dengan Anak Kembar Lebih Cenderung Alami Gangguan Mental

Raka Lestari    •    Jumat, 11 May 2018 19:45 WIB
penelitiankeluarga
Penelitian: Orang Tua dengan Anak Kembar Lebih Cenderung Alami Gangguan Mental
Penelitian baru menunjukkan orang tua dengan anak kembar lebih mungkin memiliki penyakit mental, tetapi menerima perawatan yang lebih sedikit. (Foto: Courtesy of Bernardbodo/Fotolia)

Jakarta: Menjadi orang tua tidaklah mudah. Ada begitu banyak pekerjaan dan tanggung jawab yang harus Anda lakukan untuk memastikan bahwa anak-anak Anda tumbuh dengan baik. Dan tentunya hal tersebut berlipat ketika Anda memiliki anak kembar.

Dilansir dari Romper.com, penelitian baru menunjukkan orang tua dengan anak kembar lebih mungkin memiliki penyakit mental, tetapi menerima perawatan yang lebih sedikit.

Sebuah studi baru yang diterbitkan dalam The Journal of Psychiatric Practice menemukan bahwa orang-orang yang membesarkan anak kembar, kembar tiga, atau anak-anak kembar lainnya mengalami tingkat masalah kesehatan mental yang lebih tinggi pada Postpartum dini, termasuk depresi dan kecemasan, daripada mereka yang hanya melahirkan seorang anak, menurut Thedailymail.com.

(Baca juga: 7 Tipe Wanita yang Berpotensi Melahirkan Bayi Kembar)


(Menurut studi Psychiatric Practice, masalah kesehatan mental yang dilaporkan oleh orang tua yang memiliki anak kembar sangat menonjol selama tiga bulan pertama. Foto: Kinga Cichewicz/Unsplash.com)

Secara khusus, para peneliti menyurvei lebih dari 240 orang tua, dan menemukan bahwa 48 persen peserta mengalamai "masalah kesehatan mental yang ekstrem," tetapi hanya 10 persen dari mereka yang melakukan perawatan untuk mengatasinya. 

Menurut studi Psychiatric Practice, masalah kesehatan mental yang dilaporkan oleh orang tua yang memiliki anak kembar sangat menonjol selama tiga bulan pertama.

Secara khusus, 25 persen orang tua yang disurvei mengatakan mereka mengalami gangguan kecemasan umum, sementara 14 persen melaporkan mengatasi gangguan depresi utama dalam bulan-bulan awal pascapartum, menurut penelitian tersebut.

Susan Wenze dari Lafayette College dan Dr Cynthia Battle of Warren Alpert Medical School of Brown University menulis dalam penelitian tersebut.

"Ada kebutuhan-kebutuhan penting yang tidak dipenuhi oleh para orang tua yang memiliki anak-anak kembar dalam periode perinatal, terutama bulan-bulan awal postpartum."





(TIN)