Cara Ini Mendeteksi Perselingkuhan Hanya dari Suaranya

Yatin Suleha    •    Selasa, 24 Oct 2017 15:43 WIB
romansa
Cara Ini Mendeteksi Perselingkuhan Hanya dari Suaranya
Petunjuk pada kejelasan vokal (suara) dan artikulasi berkontribusi pada persepsi soal seseorang yang berselingkuh. (Foto: Rawpixel.com/Unsplash.com)

Metrotvnews.com, Jakarta: Ada beberapa tanda yang secara gamblang bisa Anda deteksi dari ciri pasangan yang berselingkuh. Misalnya terlihat dari nada bicaranya, gaya berpakaiannya, atau tingkah lakunya. Namun, tahukah Anda bahwa sekarang ini Anda bisa mendeteksi pasangan hanya dari suaranya?

Kabar baik dari the Portland Press Herald yang mengabarkan bahwa Anda bisa mendeteksi pasangan Anda yang berselingkuh hanya dari suaranya.

Berdasarkan studi dari Evolutionary Psychology yang berjudul “Your Cheatin’ Voice Will Tell on You: Detection of Past Infidelity From Voice” mengeksplorasi bahwa suara seseorang yang berselingkuh bisa terdengar dari nadanya.



Metode penelitian
Para peneliti mengumpulkan grup lulusan sarjana separuh perempuan dan laki-laki, lalu memberikan mereka seri sampel audio melalui speaker dan menghitung 1 sampai 10. Dari rekaman suara yang diperdengarkan, mereka menganalisa suara dan mereka menilainya, yang mana yang kira-kira dari suara tersebut terdengar seperti seseorang yang sedang berselingkuh.

Hasil yang didapatkan mengungkapkan bahwa subjek penelitian selalu bisa mengindentifikasi melalui suara dari speaker mana yang benar-benar melakukan perselingkuhan terhadap pasangannya atau tidak.

Studi ini mungkin tak secara tepat menunjukkan suara yang spesifik, namun secara teori faktor-faktor potensial memainkan peran yang sangat penting terhadap penilaian seseorang tentang apakah orang tersebut berselingkuh ataukah tidak.

(Baca juga: Sebuah Studi Terbaru Ungkap Waktu Rata-rata Pasangan Berhubungan Seks)

"Petunjuk pada kejelasan vokal (suara) dan artikulasi berkontribusi pada persepsi soal seseorang yang berselingkuh. Sebagai contohnya, laki-laki maskulin cenderung mengeluarkan kata-kata yang kurang jelas dalam perbincangan mereka dan menunjukkan pola ponetik yang mengindikasikan maskulinitas mereka, yang mana ini bisa diasosiasikan dengan ancaman perselingkuhan," jelas para peneliti. 



"Lebih mudahnya, yaitu, jika orang dengan gaya ekstrovert bicara mereka menunjukkan variasi yang tegas, kualitas suara yang jelas, dan sedikit saja berhenti (pause). Sedangkan dominasi dengan nada yang tinggi, secara tegas terprediksi sebagai alibi yang diprediski sebagai (menutupi) perselingkuhan."

Para peneliti melakukan penelitian dengan beberapa variabel dan juga persamaan, yang menciptakan dua versi dalam rekaman tersebut. Satu nada yang tinggi dan dua, nada yang rendah untuk menganalisa nada suara mana yang memainkan persepsi perselingkuhan.

Syarat bagi mereka yang menjadi pendengar dalam studi tes ini adalah mereka yang punya preferensi seksual yang jelas, belum menikah, dan paling tidak pernah satu kali memliki hubungan.










(TIN)