3 Langkah agar Anda Ikhlas Memaafkan Kesalahan Orang Lain

Raka Lestari    •    Minggu, 26 Nov 2017 10:17 WIB
keluarga
3 Langkah agar Anda Ikhlas Memaafkan Kesalahan Orang Lain
Memaafkan dapat megurangi beban hidup dan meningkatkan kesehatan mental (Foto: Reader Digest)

Jakarta: Memaafkan menjadi cara untuk meningkatkan kesehatan mental. Dengan memaafkan, Anda menjadi lebih tenang. 

"Ketika kita diperlakukan dengan tidak adil oleh orang lain, kita harus memiliki cara untuk mengatasinya sehingga dampak ketidakadilan tersebut tidak berlangsung dengan cara yang tidak sehat," kata Robert Enright, seorang psikolog dan penulis Forgiveness is s Choice  yang diterbitkan oleh American Psychology Association.

Berikut ini cara agar Anda bisa lebih ikhlas memaafkan seseorang yang telah menyakiti Anda.

1. Niat

Langkah pertama untuk bisa memafkan adalah dengan memastikan bahwa hal tersebut adalah yang ingin Anda benar-benar lakukan, bukan karena paksaan dari orang lain.

"Seseorang tidak boleh dipaksa untuk bisa memaafkan," kata Enright. Enright juga menekankan bahwa memaafkan tidak berarti memperbolehkan atau melupakan ketidakadilan, atau kembali ke hubungan yang tidak sehat.

2. Buat daftar

Mulailah proses memaafkan dengan membuat daftar orang-orang yang pernah memperlakukan Anda secara tidak adil. Selanjutnya, tentukan tingkat ketidakadilan dan rasa marah Anda dari yang paling rendah sampai yang tertinggi. Anda bisa memulai proses dengan memaafkan seseorang yang berada di daftar paling bawah.

"Memulainya dari orang yang berada di urutan teratas sama saja seperti menyuruh seseorang yang tidak fit untuk melakukan lari maraton." ujar Enright.

3. Berkomitmen untuk memaafkan

Fase selanjutnya adalah dengan mengingat kembali definisi dari memaafkan itu sendiri dan berkomitmen untuk melakukannya.

"Efek dari kemarahan membuat mereka tidak bahagia, ada kecenderungan untuk membalas dendam," kata Enright. Dalam fase ini, penting juga untuk berkomitmen untuk tidak membahayakan orang yang ingin Anda maafkan. "Bukan berarti bersikap baik terhadap mereka, tetapi sambil merencanakan hal yang negatif." kata Enright.



 


(DEV)