Psikolog: Cinta pada Pandangan Pertama Tak Benar

Sri Yanti Nainggolan    •    Jumat, 01 Dec 2017 11:21 WIB
romansa
Psikolog: Cinta pada Pandangan Pertama Tak Benar
Para psikolog menyimpulkan banyak orang menganggap ketertarikan secara fisik yang kuat sebagai cinta pada pandangan pertama. (Foto: Pixabay)

Jakarta: Tak sedikit orang yang percaya dengan cinta pada pandangan pertama. Namun, beberapa psikologis membantah fenomena romantis tersebut. 

Para psikolog dari University of Groningen di Belanda secara ilmiah menginvestigasi fenomena tersebut untuk membuktikan kebenarannya. 

Mereka menyimpulkan banyak orang menganggap ketertarikan secara fisik yang kuat sebagai cinta pada pandangan pertama. 

Para peneliti melibatkan 396 partisipan, 60 persen diantaranya adalah wanita yang kebanyakan adalah mahasiswa muda dari Belanda dan Jerman.

Melalui survei daring, para partisipan ditanyai berbagai hal tentang hubungan yang sedang dijalani saat itu. Mereka juga ditunjukkan berbagai foto orang asing dan diminta menilai seberapa menarik orang dalam foto bagi mereka, termasuk menyadari adanya perasaan suka seperti intimasi, hasrat, komitmen, dan "eros". Eros adalah indikasi yang bisa diukur melalui statemen atau pernyataan seperti: "Saya merasa orang itu dan saya diciptakan untuk bersama."


(Para psikolog menyimpulkan banyak orang menganggap ketertarikan secara fisik yang kuat sebagai cinta pada pandangan pertama. Foto: Pixabay)

(Baca juga: 5 Fakta yang Terjadi Ketika Pria Jatuh Cinta)

Mereka juga ditanyakan apakah merasakan hal seperti cinta pada pandangan pertama. 

Dua studi lanjutan dilakukan dan melibatkan kecepatan kencan, dimana tiap partisipan menghabiskan 90 atau 20 menit untuk mengenal satu sama lain lebih jauh. Kemudian, merela ditanyakan lagi tentang perasaan pada pasangan. 

Hasilnya 32 partisipan (kebanyakan dari mereka adalah para pria), yang mengaku merasakan 49 kali pangalaman jatuh cinta pada pandangan pertama. 

Hasil tersebut semakin menguatkan bahwa mereka yang memberikan nilai di atas lima terkait ketertarikan fisik, sembilan kali lipat cenderung mengalami cinta pada pandangan pertama. 










(TIN)