Game Edukasi Bantu Anak Melek Teknologi dengan Cara Positif

Sri Yanti Nainggolan    •    Rabu, 20 Sep 2017 15:44 WIB
game
Game Edukasi Bantu Anak Melek Teknologi dengan Cara Positif
Konferensi pers peluncuran game anak saleh (Foto: Metrotvnews.com/Sri Yanti Nainggolan)

Metrotvnews.com, Jakarta: Memiliki anak yang saleh dengan budi pekerti dan akhlak agama yang baik adalah impian semua orang tua. Namun, bukan hal yang mudah mendidik buah hati di zaman yang menantang ini. Gempuran teknologi dan internet menjadi salah satu tantangan tersendiri yang bisa menjadi bumerang bila tak digunakan dengan bijak.

"Dari segi orang tua sendiri, kesibukan bekerja membuat orang tua semakin kesulitan dalam mengawasi anak," jelas Wiradeva Arif Kristawarman selaku co-founder Agate dalam soft launching Game Anak Sholeh, Rabu (20/9/2017).

Selain itu, meskipun ada waktu, orang tua juga tak jarang merasa bingung bagaimana mulai mengajari anak dengan tepat.

Masalah lain yang tak kalah penting adalah munculnya iklan-iklan yang tak layak saat anak tengah membuka sebuah aplikasi, baik permainan atau bukan. Hal tersebut tentu akan membawa efek tak baik bagi anak bila tak diperhatikan oleh orang tua.

Hal inilah yang menjadi awal mula terciptanya game online Anak Sholeh. Permainan elektronik yang nantinya tersedia di platform Android dan iOS ini merupakan permainan edukasi yang bertujuan untuk membuat anak tetap melek internet namun ke arah yang positif.

"Aplikasi ini bersifat edukasi terpadu dimana (memiliki konten) aman untuk anak, bisa digunakan untuk belajar sekaligus bermain, dan melibatkan orang tua," tambah Deva.

Ia menerangkan, ada beberapa menu yang tersedia untuk mendukung anak berkembang menjadi pribadi yang saleh, yaitu mini game, kisah, ensiklopedia, hingga parent app atau menu untuk orang tua.

Parent app, yang merupakan keunikan tersendiri dalam aplikasi tersebut, memuat beberapa hal yang membuat orang tua bisa mengikuti dan mengawasi perkembangan anak seperti memberikan tips mendidik atau melihat target apa saja yang sudah dicapai anak saat bermain.

Untuk menghindari risiko kecanduan, aplikasi tersebut disertai dengan pengingat bila sudah bermain selama lebih satu jam. Di sini, orang tua bisa ikut mengajarkan kedisiplinan waktu pada si kecil.

Deva mengungkapkan bahwa target dari aplikasi ini adalah anak berusia 7-10 tahun dimana telah memiliki kemampuan membaca sehingga bisa mengikuti permainan dengan didampingi orang tua. Sementara, orang tua yang disasar adalah tipikal pekerja yang tak memiliki banyak waktu bersama buah hati namun ingin menghabiskannya secara berkualitas.




(DEV)