Cendekia

Pentingnya Self Defense Bagi Anak

   •    Senin, 03 Apr 2017 11:54 WIB
kekerasan anak
Pentingnya <i>Self Defense</i> Bagi Anak
Ilustrasi. Jurus Pepedangan dalam seni bela diri silat Cimande. Foto: MI/Dede Susianti)

Metrotvnews.com, Jakarta: Maraknya kasus kekerasan terhadap anak yang dilakukan oleh teman sebaya maupun orang yang lebih tua, membuat orang tua harus lebih ketat dalam memberikan pengawasan. Namun tidak selamanya anak selalu bersama orang tua, ada saatnya bagi mereka harus menyelesaikan masalahnya sendiri.

Tak hanya membekali ilmu, bagi sebagian orang tua seperti Fredy Ied Fitriadi, bekal keterampilan bela diri juga dinilai perlu. Selain mengajarkan kewaspadaan akan ancaman kejahatan, orang tua juga bisa lebih tenang saat anak tidak bersama mereka.

"Bagaimanapun orang tua tidak 24 jam mendampingi anak. Anak perlu diajarkan agar bisa menghadapi situasi yang harus dia selesaikan sendiri," ungkap Fredy, dalam Cendekia, Sabtu 1 April 2017.

Fredy menilai kejahatan yang berkembang saat ini tidak hanya melibatkan orang dewasa. Kejahatan terhadap anak juga bisa dilakukan oleh teman sebaya di dalam maupun luar sekolah.

"Makanya, menurut saya bela diri untuk anak itu sangat perlu," katanya.



Senada dengan Fredy, Penggagas SOS Safety Academy Daniel Laihad menilai bahwa self defense perlu diajarkan kepada anak-anak. Pertahanan diri, kata dia, bukan  hanya tentang kontak fisik, namun lebih kepada memberikan pemahaman agar anak bisa berinteraksi dengan sehat.

"Saya ajarkan yang pertama kali adalah bagaimana cara mereka berinteraksi dengan sehat. Bagaimana mereka tidak saling mengejek, tidak saling tendang dan pukul," kata Daniel.

Daniel mengatakan sekolah bela diri yang ia buat memang pada awalnya ditujukan bagi orang dewasa. Namun keprihatinannya terhadap kekerasan yang terjadi pada anak mendorongnya untuk memberikan ilmu pertahanan diri kepada anak-anak.

"Dalam self defense ada namanya tindakan preventif, masuk dalam kategori awareness. Jadi sebelum ancaman itu datang kita menghindar. Tendang dan pukul menjadi opsi terakhir ketika kekerasan sudah sangat fatal," kata Daniel.

Daniel menambahkan, belajar self defense bukan hanya latihan fisik untuk menendang dan memukul. Pertahanan diri juga diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada anak untuk meningkatkan kewaspadaan dan berinteraksi secara sehat. Bela diri juga, kata dia, jyga meningkatkan kemampuan anak bergerak secara motorik, stamina, dan kemampuan mengontrol emosi.

"Jangan takut anak-anak belajar self defense. Karena kami mengedepankan keselamatan, bukan tendang dan pukul. Tapi bagaimana anak merespon dengan baik ancaman di lingkungan mereka," ungkap Daniel.




(MEL)