Trik Sederhana untuk Si Kecil Berhenti Merengek

   •    Senin, 11 Feb 2019 18:01 WIB
perkembangan anak
Trik Sederhana untuk Si Kecil Berhenti Merengek
Ketika anak cengeng, bisa saja disebabkan karena kepercayaan dirinya saat bergaul atau bermain bersama temannya kurang. Temukan jawabannya di sini. (Foto: Pixabay.com)

Jakarta: Si kecil yang merengek sepanjang hari tanpa sebab memang menjengkelkan. Namun ini merupakan hal wajar yang terjadi pada anak. Jika sudah memasuki usia sekolah, tantangan bagi orang tua akan bertambah lagi.

Mengutip dari Psychologytoday, penting sekali bagi Anda sebagai orang tua untuk mengetahui apa yang menjadi penyebab anak cengeng.

Karena pada dasarnya anak cengeng disebabkan beberapa hal umum. Salah satunya karena anak Anda memang memiliki perasaan yang sensitif atau pola asuh Anda terhadap anak memang berbeda dan kurang tepat.

Emosi, perasaan, dan maksud tangisan anak memang sulit ditebak. Anda harus banyak bersabar dan berlatih serta menerapkan beberapa cara berikut ini.

(Baca juga: Tujuh Kalimat untuk Mendisiplinkan Anak)

1. Bantu perkembangan kecerdasan emosional anak
Ada baiknya Anda sebagai orang tua bisa dengan baik mengenali sikap anaknya. Di sini Anda diharapkan untuk mengetahui dan mengembangkan kecerdasan emosional anak sebaik mungkin.

Kecerdasan emosional adalah kemampuan untuk mengenali dan mengelola perasaannya sendiri serta perasaan orang lain.

Anak dengan kecerdasan emosional biasanya tahu hal-hal apa saja yang disukainya dan yang tidak disukai. Maka kalau ada sesuatu yang membuatnya resah, bisa mengomunikasikan perasaan tersebut dengan baik pada Anda, bukannya lewat tangisan.


(Alternatif agar si kecil tak cengeng adalah Anda bisa mengajarkannya ntuk meluapkan emosi dengan melakukan aktivitas kesenian seperti menggambar dan menyanyi atau melakukan olahraga yang disuka. Foto: Pixabay.com)

2. Jangan terbawa emosi
Terkadang orang tua akan marah, emosi dan kesal melihat anak yang terus menerus menangis. Hal ini harus dihindari, karena reaksi orang tua ini akan disalahartikan oleh anak. Anak bisa saja mengira ini sebuah ancaman dan tanda bahwa Anda tidak menyayanginya.

Anda perlu menenangkan diri Anda secepat mungkin, lalu berpikir cepat untuk menenangkan anak. Setelahnya, sejajarkan posisi mata anak dengan mata Anda, pegang tubuhnya dengan tegas tapi tidak kasar.

Bila anak Anda menangis, tanyakan dengan lembut, apa yang membuatnya menangis dan apa yang diinginkan. Ini membutuhkan waktu lama untuk membuat anak menjawab dan tidak menangis lagi.

Lakukan perlahan hingga anak berhenti menangis dan mau menjawab. Dibutuhkan kesabaran bagi para orang tua untuk melakukan langkah ini.

3. Tidak perlu bereaksi berlebihan
Ketika anak menangis sampai meraung-raung, orang tua mungkin jadi panik dan langsung bereaksi secara berlebihan. Misalnya dengan bilang, “Aduh, kamu kenapa? Siapa yang nakalin kamu? Ada yang usil, ya?” atau langsung membelikan anak barang yang diinginkan.

Selain tidak akan membuat tangisan anak berhenti, anak justru melihat bahwa menangis adalah senjata yang ampuh untuk menarik perhatian orang tua.

4. Coba mulai tingkatkan sosialisasi anak
Cengeng belum tentu selalu disebabkan karena anak manja. Ketika anak cengeng, bisa saja disebabkan karena kepercayaan dirinya saat bergaul atau bermain bersama temannya kurang.

Untuk mengatasinya, coba Anda temani saat bermain bersama temannya. Tidak perlu sepanjang hari, cukup di saat-saat awal bermain, perkenalkan dengan teman-temannya dan saat mulai mencari Anda karena rasa tidak percaya diri yang tiba-tiba muncul saat sedang main.

5. Ajari anak untuk meluapkan emosinya dengan sehat
Tidak semua penyebab anak cengeng disebabkan karena karakter anak yang sensitif dan pemalu. Ini hanya masalah bagaimana Anda mengajak dan mengajari anak untuk lebih terbuka dengan dunia luar.

Alternatifnya, Anda bisa mengajarkan anak untuk meluapkan emosi dengan melakukan aktivitas kesenian seperti menggambar dan menyanyi atau melakukan olahraga yang disuka.

Penting juga untuk mengingat bahwa tidak semua anak itu sama, karakter setiap anak berbeda-beda. Maka, terus cari tahu kegiatan apa yang disukai anak untuk meluapkan emosinya.


Maria Fransiska





(TIN)