Ini Alasan Pertahankan Pernikahan yang Kurang Bahagia

Torie Natalova    •    Sabtu, 02 Sep 2017 12:22 WIB
pernikahan
Ini Alasan Pertahankan Pernikahan yang Kurang Bahagia
Ini Alasan Pertahankan Pernikahan yang Kurang Bahagia (Foto: gettyimages)

Metrotvnews.com, Jakarta: Menjalin sebuah hubungan dan menjalani komitmen dalam sebuah pernikahan tentu tak semudah yang dibayangkan. Menurut sebuah penelitian baru, pasangan suami istri yang berada di ujung perpisahan, sebaiknya mempertahankan pernikahan.

Sebuah studi oleh Marriage Foundation menunjukkan bahwa mayoritas pasangan yang tidak bahagia saat kelahiran anak pertama mereka dan tetap bersama, akhirnya mendapatkan kebahagiaan pada satu dekade kemudian.

Peneliti menganalisis data dari 10 ribu orang tua yang memiliki anak baru lahir dan menemukan bahwa 68 persen pasangan lebih bahagia setelah 10 tahun menyelesaikan masalah dalam pernikahan. Sementara 27 persen orang tua yang tidak bahagia dan tetap berkomitmen pada akhirnya merasa sangat bahagia.

Di Inggris, angka perceraian semakin meningkat. Karena itu, tim peneliti merasakan kekhawatiran bahwa terlalu banyak pasangan yang menyerang pada pernikahan mereka daripada menyelesaikan masalah.

Harry Benson, direktur riset Marriage Foundation mengatakan, bertahan dalam pernikahan yang tidak bahagia bisa menjadi hal terbaik yang Anda lakukan.

"Sebagian besar pernikahan memiliki saat-saat bahagia mereka. Namun, terlepas dari masalah dalam rumah tangga yang melibatkan kekerasan atau pelecehan, sebagian besar pasangan dapat mengatasi kesulitan untuk bahagia di kemudian hari.

Bagaimana cara memperbaiki masalah dan mempertahankan rumah tangga? Harry mengatakan, sebuah perubahan sederhana dapat dilakukan pasangan dengan pergi berdua saja dalam waktu yang cukup rutin. Pada penelitian sebelumnya, Marriage Foundation menemukan bahwa pasangan suami istri yang pergi berkencan setiap bulan memiliki 14 persen kemungkinan lebih rendah dari perpecahan atau perpisahan dibanding mereka yang tidak pernah berkencan.


(ELG)