Sulitnya Perkenalkan Permainan Tradisional Pada Anak Sekarang

Sri Yanti Nainggolan    •    Jumat, 14 Oct 2016 11:14 WIB
keluarga
Sulitnya Perkenalkan Permainan Tradisional Pada Anak Sekarang
Permainan dakon atau congklak. (Foto: 4.bp.blogspot)

Metrotvnews.com, Jakarta: Ada berbagai macam cara untuk memperkenalkan budaya pada anak, termasuk melalui permainan. Namun, invasi teknologi yang makin canggih membuat kans permainan tradisional semakin tergerus seiring berjalannya waktu.

"Memang tantangan orangtua masa kini adalah bagaimana cara mengkinikan bentuk-bentuk permainan tradisional, sehingga bisa menarik minat generasi sekarang," ujar psikolog Retno Dewanti Purba dari SAUH Psychological Services dalam acara peluncuran kampanye BrightFuture, Kamis (13/10/2016).

Ia menjelaskan, kebanyakan ibu dan anak memiliki selisih usia sekitar dua dekade, dimana jarak tersebut memberikan esensi yang berbeda dalam hal penceritaan, orangtua terkadang lebih fokus pada kenangan masa kecil ketimbang permainan itu sendiri.

(Baca juga: Ini Pentingnya Anak Aktif Bermain 60 Menit Setiap Hari)

"Saat memperkenalkan budaya pada anak, orangtua malah menceritakan pengalamannya saat kecil, itu terkadang justru membuat anak bosan. Cobalah untuk mengajarkan permainannya dulu, baru bercerita tentang bagaimana pengalaman bermain pas kecil," saran Retno.

Namun, tak sedikit orangtua yang juga enggan memperkenalkan permaianan tradisional pada anak. Menurutnya, ada berbagai faktor alasan yang tak bisa digeneralisasikan sebagai ketidakinginan orangtua untuk membuat anak mengenal budaya.

"Bisa jadi memang menurutnya permainan itu terlalu susah atau memang dia sendiri tak pernah diajarkan permainan tradisional jadi tidak mengerti juga," katanya.

Retno menambahkan, untuk bisa tetap membuat anak mengenal permainan tradisional, diperlukan modifikasi baik dalam hal fasilitas. "Misalnya dulu kalau main dakon pakai papan, sekarang bisa pakai plastik," Retno memberi contoh. 







(TIN)