Sharing Pola Asuh di Media Sosial Baik atau Buruk?

Yatin Suleha    •    Selasa, 15 Nov 2016 16:09 WIB
keluarga
Sharing Pola Asuh di Media Sosial Baik atau Buruk?
Pola asuh tradisional tetaplah harus dianut walau dunia sudah modern. (Foto: s-media-cache)

Metrotvnews.com, Jakarta: Anda dan suami bekerja, memiliki tiga anak, dan setiap malam pasti selalu ada foto menu istimewa untuk makan malam yang dipajang di media sosial. Benarkah Anda masih punya tenaga juga waktu untuk membuat semua itu? Atau, itu semua hanyalah kebohongan belaka.

Memasukkan semua ke dalam media sosial

Segala pencapaian si kecil, ia bisa berdiri, berjalan, makan sendiri, tertawa, berlari, memakai kaus kaki, naik sepeda, dan ratusan kejadian lainnya Anda masukkan ke dalam Facebook, Instagram, Pinterest, dan lainnya.

Berbeda dengan zaman dahulu yang jika orangtua hendak menyombongkan kehebatan anaknya semua dilakukan personal dan yang mendengar pun terbatas.

(Baca juga: Kenali Kepintaran Anak Lewat Bercerita)

Sekarang ini, faktanya 61 persen responden survei yang dilakukan Catherine Steiner-Adair, Ed.D pengarang The Big Disconnect; Protecting Childhood and Family Relationship in the Digital Age menerangkan bahwa yakin orangtua sekarang terlalu banyak membanggakan anak-anaknya di media sosial.

Pertanyaannya adalah apakah semua itu adalah kejujuran? Polling yang diadakan oleh Parents, USA mengatakan bahwa 67 persen responden menyatakan bahwa sebagian besar orangtua yang memuat foto (kesempurnaan) tersebut tidak semuanya jujur. 


Orangtua yang bijaksana

Kaveri Subrahmanyam, direktur media dan lab. bahasa di California State University, Los Angeles menerangkan sebaiknya orangtua memahami kekuatan media sosial sehingga sebaiknya berhati-hati dalam menggunakannya. 

Pola asuh tradisional tetaplah harus dianut walau dunia sudah modern dan survei yang menyatakan bahwa 32 persen mengakui bahwa mereka cukup berlebihan mengkespos diri sendiri, hal ini menandakan Anda sebagai orangtua sebaiknya bijaksana dalam memakai media sosial.







(TIN)