Kontrol Emosi Ibu Pengaruhi Perilaku Anak

Sri Yanti Nainggolan    •    Jumat, 08 Jun 2018 09:00 WIB
keluargapsikologi
Kontrol Emosi Ibu Pengaruhi Perilaku Anak
Sebuah penelitian menyebutkan bahwa ibu dengan kontrol emosional tinggi cenderung tidak kasar secara verbal pada anak mereka. (Foto: Neonbrand/Unsplash.com)

Jakarta: Sebuah penelitian menyebutkan bahwa ibu dengan kontrol emosional tinggi cenderung tidak kasar secara verbal pada anak mereka. 

Ibu dengan kontrol emosi dan kognitif yang lebih tinggi cenderung tidak melaporkan perilaku anak yang buruk, seperti berkelahi dengan anak lain atau membuat ulah ketika mereka tidak mendapatkan apa yang mereka inginkan.

"Ketika Anda kehilangan kendali atas hidup Anda, itu memengaruhi cara Anda menjadi orang tua. Kekacauan itu secara langsung dan tidak langsung memengaruhi perilaku anak Anda juga," kata penulis utama Ali Crandall, dari Universitas Brigham Young di Utah, Amerika Serikat.

Studi yang diterbitkan dalam jurnal Family Relations tersebut mengumpulkan data dari 152 ibu berusia antara 21 hingga 49 tahun yang memiliki anak-anak antara usia 3 hingga 7 tahun.

Kontrol emosi ibu diukur melalui kuesioner tentang 10 hal yang menanyakan seberapa sering subjek "marah-marah" atau "bereaksi berlebihan terhadap masalah kecil".


(Sebuah penelitian menyebutkan bahwa ibu dengan kontrol emosional tinggi cenderung tidak kasar secara verbal pada anak mereka. Foto: Joshua Rodriguez/Unsplash.com)

(Baca juga: Studi: Ibu yang Berpikiran Terbuka Membuat Anak Lebih Kreatif)

Fungsi eksekutif atau kontrol kognitif diukur melalui serangkaian tugas. Kontrol tersebut membuat seseorang mampu mengelola kekacauan dan mencapai target harian seperti perencanaan, penyelesaian masalah dan mengarahkan perhatian pada apa yang paling penting 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu dengan kontrol kognitif yang lebih besar cenderung tidak memiliki sikap pengasuhan.

"Ada beberapa‘ sinyal ’yang jelas bahwa kendali diri kita sedang menurun. Misalnya ketika kita merasa terganggu, mudah tersinggung dan lelah," kata rekan penulis Kirby Deater-Deckard dari University of Massachusetts-Amherst.

"Orang tua dapat mengenali sinyal-sinyal tersebut dalam diri mereka dan menanggapi dengan mengambil 'rehat sejenak' jika memungkinkan, sama seperti yang kita lakukan dengan anak-anak kita ketika kita melihat sinyal-sinyal ini di dalamnya," tambah Deckard.

Crandall menjelaskan bahwa cukup tidur, berolahraga, dan kebiasaan makan yang sehat berdampak pada fungsi eksekutif.





(TIN)