Pernikahan Beda Usia dari Sisi Psikologis

   •    Selasa, 25 Jul 2017 15:21 WIB
pernikahanromansa
Pernikahan Beda Usia dari Sisi Psikologis
Ilustrasi. (Metrotvnews.com)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pasangan suami istri asal Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, Slamet dan Rohaya beberapa waktu lalu membuat publik gempar. Perbedaan usia keduanya yang hampir menyentuh angka 55 tahun dianggap tak biasa.

Psikolog Seksual Zoya Amirin mengatakan tak hanya aktivitas seksual, secara psikologis, penyesuaian keduanya akan lebih sulit dibandingkan dengan pasangan suami istri pada umumnya. Sebab, dalam teori Psychology of Love disebutkan usia ideal seorang individu yang memiliki perbedaan usia, baik laki-laki maupun perempuan untuk menikah maksimal 14 tahun. 

"14 tahun masih relatif orang berakselerasi untuk saling mempelajari. Kasarnya masih bisa nyambung, dipahami. Tapi kalau lebih dari itu, bukan tidak bisa, tetapi relatif sulit untuk menyesuaikan diri," ungkapnya, dalam Metro Plus, Selasa 25 Juli 2017.

Zoya mengatakan ada beberapa pengalaman hidup yang bisa mempersulit satu sama lain untuk menyesuaikan diri. Sementara, keberhasilan sebuah pernikahan adalah penyesuaian yang tak henti. 

Memang, kata Zoya, seseorang tidak akan pernah tahu kepada siapa dan kapan akan melabuhkan hati. Tetapi jatuh cinta kepada orang tertentu harus dipahami bahwa secara logika akan ada penyesuaian-penyesuaian sesuai dengan individu yang dihadapi. 

"Kalau prianya lebih muda yang mengkhawatirkan adalah fenomena Oedipus Complex. Penyesuaian yang akan dialami oleh anak ini adalah pertumbuhan fisik," kata Zoya.

Secara sederhana, perempuan akan mengalami menopause pada kisaran usia 50-55 tahun. Ketika perempuan mengalami menopause, laki-laki masih dapat bergerak aktif meskipun mengalami andropause. 

Kesulitan ini yang mungkin menjadi kekhawatiran di kemudian hari. Tetapi apakah bisa dihadapi? Zoya mengatakan bisa. Namun yang harus dipahami bahwa wanita relatif lebih cepat dewasa ketimbang pria.

"Karena perempuan secara hormonal lebih banyak mengalami fase kehidupan. Menstruasi, pertumbuhan tanda seksual sekunder, menopause, dan lain-lain. Sementara laki-laki ketika mimpi basah, suara berubah, selesai," katanya.

Penyesuaian seperti ini, kata Zoya, akan lebih sulit ketika wanita lebih tua. Meskipun konflik pasti dialami oleh semua pasangan, konflik jarak usia tetap harus disesuaikan. "Kalau tidak bisa diatasi dampaknya akan lebih besar dari yang ditakutkan," jelas Zoya.




(MEL)